TEBING TINGGI | bidikinfonews. xyz – Dalam semangat mewujudkan masyarakat yang sehat, aktif, dan rukun, Pemerintah Kecamatan Tebing Tinggi Kota menggelar kegiatan istimewa bertajuk perlombaan permainan tradisional Belon atau sering juga dikenal sebagai Bentengan. Acara yang digelar dalam rangka mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) ini berlangsung sangat meriah di Lapangan Merdeka Tebing Tinggi, pada Minggu (7/6/2026), dimulai pukul 06.30 WIB pagi dengan cuaca cerah yang mendukung semangat seluruh peserta.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Camat Tebing Tinggi Kota, Henci Br. Siregar, S.Pd., S.E., dan didampingi erat oleh Sekretaris Kecamatan, Betaria Suzana Situmeang, S.E., serta seluruh staf kecamatan. Antusiasme juga datang dari lima kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Kota, yang masing-masing mengirimkan perwakilan terbaiknya. Sebagai wujud nyata dukungan terhadap pola hidup sehat dan aktif, seluruh peserta maupun panitia tampak seragam mengenakan pakaian olahraga, menciptakan pemandangan yang penuh semangat dan kebersamaan.

Hadir memeriahkan acara ini pula berbagai elemen penting masyarakat, di antaranya adalah perwakilan dari Puskesmas Rambung dan Puskesmas Pasar Gambir, pengurus serta anggota Karang Taruna se-Kecamatan Tebing Tinggi Kota, para Kepala Lingkungan, Ketua dan penggerak Tim Penggerak PKK se-Kecamatan, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Kecamatan Tebing Tinggi Kota. Kehadiran lintas unsur ini menunjukkan bahwa kegiatan ini menjadi milik seluruh warga, bukan hanya acara pemerintahan semata.
Suasana keakraban dan keceriaan benar-benar terasa menyelimuti lapangan sepanjang kegiatan berlangsung. Gelak tawa, sorak sorai penyemangat, dan teriakan kegembiraan bergema setiap kali pertandingan berlangsung. Salah satu momen yang paling menarik perhatian dan menambah kemeriahan adalah partisipasi aktif dari Komunitas Sepeda Onthel, yang anggotanya didominasi oleh para lansia. Kehadiran mereka tidak hanya menambah warna acara, tetapi juga menyajikan nuansa kebersamaan antargenerasi yang hangat, di mana semangat muda tetap menyala di dada mereka, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tetap aktif bergerak.
Permainan tradisional Belon atau Bentengan yang dipertandingkan bukan sekadar hiburan atau ajang kompetisi semata. Permainan yang menuntut kerja sama tim, strategi, ketangkasan, dan kekompakan ini menjadi media efektif untuk menjaga kesehatan jasmani sekaligus mempererat tali silaturahmi. Melalui interaksi yang akrab di lapangan, sekat-sekat antara warga dengan aparatur pemerintah, maupun antarwarga dari berbagai latar belakang, menjadi hilang dan melebur dalam satu tujuan: bersenang-senang dan menjaga persaudaraan.
Hal yang paling disorot dan mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat adalah partisipasi langsung Ibu Camat, Henci Br. Siregar, S.Pd., S.E., yang ikut turun ke lapangan dan terlibat aktif memainkan permainan bersama warga dan peserta lainnya. Beliau tidak hanya menjadi penonton atau pembuka acara, tetapi ikut berlari, berstrategi, dan tertawa bersama semua orang. Kehadiran beliau yang begitu akrab dan rendah hati ini berhasil menciptakan suasana yang sangat dekat, di mana jarak antara pimpinan, staf, dan masyarakat seolah tidak ada. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintahan di Kecamatan Tebing Tinggi Kota dibangun atas dasar kedekatan dan pelayanan yang tulus.

Dalam wawancaranya bersama awak media Bidik Info News di sela-sela kegiatan, Camat Tebing Tinggi Kota, Henci Br. Siregar, S.Pd., S.E., menyampaikan pesan dan harapan yang mendalam terkait pelaksanaan kegiatan ini. Berikut pernyataan lengkap beliau :
“Kami menggelar kegiatan ini dengan tujuan yang sangat mulia, yaitu mendukung penuh program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS yang dicanangkan pemerintah. Namun, ada nilai lebih besar yang ingin kami tanamkan di sini, yaitu pelestarian warisan budaya berupa permainan tradisional. Kita tahu betapa besarnya tantangan zaman sekarang, di mana anak-anak dan remaja kita semakin asyik dengan gawai atau gadget. Kecanduan terhadap perangkat elektronik membuat mereka jarang bergerak, jarang berinteraksi secara langsung, dan perlahan melupakan permainan nenek moyang yang sarat nilai kebersamaan dan sportivitas.
Oleh karena itu, melalui lomba Belon ini, kami ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, untuk kembali mencintai permainan asli kita. Kami ingin permainan ini tidak hilang ditelan zaman, tetapi terus tumbuh, berkembang, dan dimainkan secara turun-temurun di tengah masyarakat Tebing Tinggi Kota. Semoga kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan tubuh kita dijaga dengan bergerak dan berolahraga, sementara kesehatan sosial dan budaya kita dijaga dengan saling bertemu, berinteraksi, dan bermain bersama tanpa terhalang layar gawai.
Bagi saya pribadi, turun langsung bermain bersama warga adalah kebahagiaan tersendiri. Saya ingin menunjukkan bahwa pemimpin itu dekat, hadir, dan senasib sepenanggungan dengan masyarakatnya. Tidak ada jarak yang harus dibangun, melainkan jembatan persaudaraan yang harus diperkuat setiap hari.”
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat persatuan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Tebing Tinggi Kota. Di tengah keberagaman yang ada, olahraga dan permainan tradisional terbukti menjadi bahasa persatuan yang paling mudah dipahami dan disukai semua orang.

Acara perlombaan ditutup dengan suasana haru dan bahagia, di mana Ibu Camat secara simbolis menyerahkan hadiah berupa souvenir dan kenang-kenangan bagi para pemenang. Pemberian hadiah ini bukan sekadar tanda kemenangan, melainkan bentuk apresiasi atas semangat berpartisipasi dan menjaga tradisi. Sebagai penutup yang manis, seluruh peserta, panitia, dan tamu undangan berkumpul bersama untuk berfoto bersama, mengabadikan momen indah kebersamaan Tebing Tinggi Kota dalam satu bingkai kenangan.
Pesan utama yang tersisa dari kegiatan ini sangat jelas: melalui olahraga, permainan tradisional, dan kebersamaan, masyarakat Tebing Tinggi Kota tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga mempererat ikatan persaudaraan yang kokoh, menjaga budaya bangsa, dan membangun lingkungan yang harmonis serta bahagia.
( BINews / S.E.Nst )
Share Social Media