Labuhan Batu | bidikinfonews. xyz — 7 Agustus 2026, Masyarakat etnis Tionghoa di Kota Sei Berombang, Kabupaten Labuhan Batu, merayakan peringatan ulang tahun Dewa Ti Hu Ong Ya (Dewa Laut) di Kelenteng Po Tek Keng, Jalan Ahmad Yani, pada 4–7 Agustus 2026. Perayaan tahun ini terasa istimewa karena diselenggarakannya kembali Festival Bakar Tongkang — tradisi sakral yang telah berhenti selama kurang lebih 8 tahun .
Siapa Sebenarnya Dewa Ti Hu Ong Ya?
Ti Hu Ong Ya (dalam dialek Hokkien : Ông-iâ / Wang Ye) merupakan sebutan untuk Dewa Pelindung, Dewa Laut, dan Pembawa Keselamatan serta Kemakmuran bagi masyarakat pesisir . Secara harfiah, Ong Ya berarti “Tuan Keramat / Pangeran Suci”, yang diyakini sebagai utusan surgawi yang menjelajahi dunia untuk mengusir wabah, bencana, dan kejahatan, serta memberikan perlindungan, kesehatan, dan rezeki kepada umat yang berbakti.

Bagi masyarakat pesisir Sumatera Utara, Ti Hu Ong Ya dipuja khusus sebagai Dewa Penjaga Laut — pelindung para nelayan, pedagang, dan pelaut di tengah bahaya samudra. Tradisi Bakar Tongkang sendiri lahir sebagai bentuk syukur dan penghormatan kepada Dewa Ti Hu Ong Ya, yang diyakini telah membimbing nenek moyang para perantau Tionghoa dengan selamat menyeberangi lautan hingga tiba di tanah baru, serta memberikan mereka kehidupan yang layak dan berkah .
Pembakaran replika kapal/tongkang bukan sekadar simbol perpisahan dengan kampung halaman, melainkan persembahan suci: asap pembakaran dipercaya membawa doa, harapan, dan permohonan umat naik ke langit dan diterima oleh Dewa Ti Hu Ong Ya, sekaligus memohon perlindungan agar perairan tetap tenang, nelayan selamat, dan rezeki berlimpah.

Perayaan Meriah yang Dihidupkan Kembali
Festival Bakar Tongkang tahun ini digelar dengan sangat megah dan dihadiri oleh tamu dari berbagai kota di Indonesia, serta tamu dari negara tetangga yang turut hadir memeriahkan acara. Kehadiran ribuan warga membuat suasana semakin hangat dan penuh sukacita.
Untuk menghibur seluruh tamu undangan, panitia menghadirkan 9 artis Mandarin Indonesia papan atas, yaitu: Desy Huang, Helen Huang, Angela Ching, Anny Lay, Mimik Ching, Agnes Colin, Qiu Meiya, Chen Xue Ling, dan Jesica Chai. Seluruh artis tampil memukau dengan suara emas mereka, menyajikan penampilan yang memukau dan menyentuh hati para penonton.

Kehadiran Pemerintah Daerah & Prosesi Sakral
Pada puncak perayaan, Jumat, 7 Agustus 2026, Bupati Labuhan Batu Dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM didampingi Wakil Bupati H. Jamri, ST, hadir memenuhi undangan keluarga besar etnis Tionghoa Kelenteng Po Tek Keng. Turut hadir pula unsur Forkopimda, perwakilan Kapolres melalui Kapolsek Sei Berombang, serta perwakilan Kodim 0209 melalui Danramil dan Danposal Sei Berombang .
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati disambut antusiasme luar biasa oleh umat klenteng serta para tamu yang datang dari luar kota. Keduanya tidak hanya hadir dalam upacara penyambutan, tetapi memimpin langsung pelepasan dan pengantaran Kapal Tongkang dari Kelenteng Po Tek Keng menuju lokasi pembakaran yang berjarak sekitar 1 kilometer. Bahkan, Bupati dan Wakil Bupati turut berjalan dalam pawai bersama seluruh masyarakat, hingga ikut serta menyalakan api ke atas kapal tongkang di lokasi pembakaran.
Keterlibatan langsung pimpinan tertinggi Kabupaten Labuhan Batu ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya serta toleransi antarumat beragama dan keberagaman etnis di daerah tersebut. Seluruh masyarakat menyambutnya dengan bangga dan penuh haru.
Dampak Ekonomi, Keamanan & Harapan Bersama
Selama rangkaian acara berlangsung, kegiatan ini turut membangkitkan perekonomian UMKM di Kota Sei Berombang, di mana para pelaku usaha lokal mendapatkan peluang dan pendapatan yang sangat baik dari ramainya pengunjung.
Panitia penyelenggara menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak TNI dan Polri atas kerja sama dan pengamanan yang tertib, aman, dan lancar selama seluruh rangkaian acara. Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh tamu, donatur, serta warga yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya acara dengan sukses .
Harapan seluruh masyarakat yang merayakan ulang tahun Dewa Ti Hu Ong Ya dan Festival Bakar Tongkang adalah: semoga semua diberikan kesehatan, bisnis dan usaha berjalan lancar, rezeki berlimpah, serta tercipta persatuan yang semakin erat antarberbagai etnis dan agama di Sei Berombang — mewujudkan semangat Bhinneka Tunggal Ika: bersatu, saling menghargai, dan hidup rukun berdampingan.
Panitia juga menyampaikan harapan agar pada tahun depan, 2027, Festival Bakar Tongkang dapat kembali digelar dengan lebih meriah, lebih besar, dan lebih sukses lagi.
( BINews / Denny )
Share Social Media