TEBINGTINGGI | BINEWS — Sebagai ungkapan rasa syukur atas berkat dan rezeki yang dianugerahkan Tuhan Yang Maha Esa, tokoh masyarakat Kota Tebingtinggi, Ir. Pahala Sitorus, S.H., M.H., M.M., bersama keluarga menggelar kegiatan berbagi kasih dengan memberikan tali asih kepada 100 anak yatim piatu beragama Islam dan Kristen di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara.
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan, kepedulian, dan kebersamaan tersebut dilaksanakan pada Minggu (1/11/2026), bertempat di kediaman pribadi Pahala Sitorus, Jalan dr. Kumpulan Pane, Kota Tebingtinggi.
Sebanyak 100 anak yatim piatu yang hadir terdiri atas 50 anak beragama Islam, didampingi para pengasuh dan guru mengaji, serta 50 anak beragama Kristen yang turut didampingi para pengasuh dan ibu-ibu guru Sekolah Minggu.

Selain menerima tali asih, seluruh anak juga diajak menikmati makan bersama. Kegiatan tersebut turut diisi dengan siraman rohani dan pembinaan keagamaan yang disampaikan oleh pemuka agama sesuai keyakinan masing-masing.
Bagi anak-anak Muslim, tausiah disampaikan oleh Ustad Ali Husein, S.Pd.I., dengan mengangkat tema pentingnya berbakti kepada orang tua, agama, serta nusa dan bangsa.
Dalam penyampaiannya, Ustad Ali Husein mengajak anak-anak untuk senantiasa menghormati dan menyayangi orang tua maupun orang-orang yang telah merawat serta membimbing mereka. Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai agama sejak dini, rajin belajar, menjaga akhlak, dan memiliki semangat meraih cita-cita.

Menurutnya, anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dibekali pendidikan, keimanan, serta budi pekerti yang baik agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang berguna bagi keluarga, masyarakat, agama, dan negara.
Sementara itu, anak-anak beragama Kristen mendapatkan bimbingan rohani dari Pendeta Manatap Nainggolan, S.Th., dari HKBP Distrik XIV Tebingtinggi Deli.
# Pahala Sitorus: Berbagi Merupakan Wujud Rasa Syukur kepada Tuhan #
Dalam keterangannya kepada Media Bidik Info News, Pahala Sitorus mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur keluarganya kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesehatan, rezeki, dan berbagai berkat yang selama ini telah diterima.
“Hari ini kami sekeluarga, bersama putra kami Raja Pranata Sitorus, sengaja mengundang anak-anak yatim piatu untuk makan bersama di kediaman kami.
Ada 50 anak yatim piatu yang beragama Islam beserta para pendampingnya dan 50 anak yatim piatu yang beragama Kristen, didampingi para pengasuh serta ibu-ibu guru Sekolah Minggu,” ujar Pahala.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bukan semata-mata memberikan bantuan materi berupa tali asih, melainkan juga menjadi bentuk kepedulian, kasih sayang, dan perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan dukungan serta perhatian dari sesama.
“Ini merupakan wujud rasa syukur kami kepada Tuhan. Karena Tuhan senantiasa memberikan kesehatan dan rezeki kepada keluarga kami, maka sudah sepantasnya sebagian rezeki yang diberikan-Nya kita bagikan kepada sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang,” ungkapnya.
Pahala juga berharap kegiatan sosial tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan pada masa mendatang. Ia menyebutkan bahwa kegiatan serupa sebelumnya pernah dilaksanakan di kantor Raja Trans, Simpang Kampung Keling, Kota Tebingtinggi.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, anak-anak bisa merasakan perhatian dan kasih sayang dari sesama. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus kami laksanakan ke depannya. Kita semua berharap senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.
# Apresiasi Tokoh Agama, Bukti Nyata Toleransi Antarumat Beragama #
Sementara itu, Ustad Ali Husein, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kepedulian keluarga Pahala Sitorus yang telah menyelenggarakan kegiatan sosial dengan melibatkan anak-anak yatim piatu dari dua agama berbeda.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan contoh nyata penerapan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan toleransi antarumat beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan yang dilakukan oleh Bapak Pahala Sitorus ini sangat baik dan patut diapresiasi. Beliau telah menunjukkan bahwa kita semua berada dalam naungan Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan agama dan latar belakang bukanlah penghalang untuk saling peduli, berbagi kasih, dan bersama-sama memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Ustad Ali.
Ia berharap semangat kepedulian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, serta memelihara kerukunan antarumat beragama.
Apresiasi serupa disampaikan Pendeta Manatap Nainggolan, S.Th., dari HKBP Distrik XIV Tebingtinggi Deli. Ia menyatakan dukungan atas kegiatan pemberian tali kasih yang diselenggarakan keluarga Pahala Sitorus bersama istrinya, Boru Manurung, dan putra mereka.
“Saya selaku Pendeta dari HKBP Distrik XIV Tebingtinggi Deli sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan pemberian tali kasih yang dilaksanakan keluarga Pahala Sitorus. Saya juga mendoakan agar keluarga ini senantiasa diberikan berkat oleh Tuhan di kemudian hari, sehingga kegiatan berbagi kasih seperti ini dapat terus berlangsung secara berkesinambungan dan semakin banyak anak-anak yatim piatu yang merasakan manfaatnya,” ungkap Pendeta Manatap.
Lebih lanjut, Pendeta Manatap mengaku terharu menyaksikan suasana kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut. Anak-anak yatim piatu Muslim dan Kristiani tampak membaur serta duduk bersama dalam suasana penuh kekeluargaan tanpa membedakan agama dan latar belakang.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi gambaran nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika sekaligus memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Tebingtinggi.
“Kita berharap ke depannya nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama seperti ini terus kita jaga dan pelihara. Dengan demikian, Kota Tebingtinggi yang kita cintai ini senantiasa menjadi kota yang aman, damai, rukun, dan kondusif bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

# Hadiahkan Al-Qur’an kepada Anak Yatim Berprestasi Juara MTQ #
Ada momen istimewa lainnya dalam kegiatan berbagi kasih tersebut. Pahala Sitorus secara khusus memberikan sebuah kitab suci Al-Qur’an kepada Aufar, salah seorang anak yatim yang diketahui pernah meraih juara III dari sekitar 300 peserta dalam ajang kompetisi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Pemberian Al-Qur’an tersebut menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan moral terhadap prestasi dan semangat Aufar dalam mempelajari serta mencintai kitab suci umat Islam.
Menariknya, Al-Qur’an yang diberikan kepada Aufar tersebut merupakan Al-Qur’an yang diperoleh Pahala Sitorus ketika dirinya menimba ilmu di Universitas Darul ‘Ulum (UNISDA), Lamongan, Jawa Timur.
Pemberian tersebut tidak hanya memiliki nilai sebagai hadiah, tetapi juga menjadi pesan bahwa pendidikan, kecintaan terhadap agama, dan prestasi anak-anak perlu mendapatkan perhatian serta dukungan dari lingkungan masyarakat.
#Kepedulian Sosial Tidak Mengenal Perbedaan#
Kegiatan berbagi tali asih yang dilaksanakan keluarga Pahala Sitorus menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial tidak mengenal batas perbedaan agama, suku, maupun latar belakang kehidupan.
Melalui pemberian tali asih, makan bersama, pembinaan rohani, serta perhatian terhadap anak-anak berprestasi, kegiatan tersebut menghadirkan suasana persaudaraan dan toleransi yang patut dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat berbagi kasih ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan dapat terus menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat persatuan, dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
( Red )
Share Social Media