
Batahan | bidikinfonews.xyz / Mandailing Natal – Sumatera Utara. Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat desa, Pemerintah Desa Kuala Batahan kembali menunaikan kewajiban sosialnya. Pada Rabu, 31 Desember 2025, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahun Anggaran 2025 tahap II resmi disalurkan kepada warga penerima manfaat di Kantor Pemerintah Desa Kuala Batahan, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal.
Sebanyak 44 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tercatat menerima bantuan tunai sebesar Rp300.000 per bulan. Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam memastikan Dana Desa benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan, khususnya masyarakat kurang mampu yang terdampak kondisi ekonomi.
Kepala Desa Kuala Batahan, Samsi, dalam sambutannya menegaskan bahwa BLT-DD bukan sekadar angka dalam laporan administrasi, melainkan bentuk kepedulian negara yang dititipkan melalui Pemerintah Desa.
“Kami berharap bantuan ini dapat dipergunakan sebaik mungkin oleh keluarga penerima manfaat. Jangan dilihat dari besar kecilnya nominal, tapi manfaatnya untuk kebutuhan pokok keluarga,” ujar Samsi di hadapan para KPM.
Ia juga mengingatkan agar bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan prioritas rumah tangga, seperti bahan pangan, kebutuhan anak, dan keperluan mendesak lainnya.
Lebih jauh, Samsi menyampaikan harapannya agar program BLT-DD dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, masih banyak warga desa yang membutuhkan uluran tangan pemerintah, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
“Harapan kami dari Pemerintah Desa Kuala Batahan, ke depan program ini tetap ada. Kami juga berharap kepada Kementerian Desa dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal agar terus memperhatikan KPM kami, supaya masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan perlindungan sosial,” tambahnya.
Penyaluran BLT-DD berlangsung tertib dan lancar. Aparatur desa tampak aktif mendampingi proses penyaluran agar bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan data yang telah diverifikasi sebelumnya.
Di sudut desa, bantuan Rp300 ribu mungkin tak mampu mengubah nasib dalam sekejap. Namun bagi sebagian warga, angka itu cukup untuk menahan dapur tetap mengepul, membeli beras, atau menutup kebutuhan harian yang tak bisa ditunda. Di sinilah BLT-DD menemukan maknanya—bukan sebagai solusi besar, tetapi sebagai penyangga hidup di saat yang genting.
Pemerintah Desa Kuala Batahan berharap, bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga ketahanan sosial desa, sekaligus bukti bahwa Dana Desa bukan hanya berhenti di papan pengumuman, tetapi hadir nyata di tangan masyarakat.
( Binews / AR. Nst )
Share Social Media