Serdang Bedagai | bidikinfonews.xyz / Sumatera Utara, Selasa 24 Februari 2026 — Suasana bulan suci Ramadhan kembali menghadirkan kehangatan dan kebersamaan di Dusun I, Desa Naga Kesiangan, Kabupaten Serdang Bedagai. Menjelang waktu berbuka puasa, pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Al Muttaqin bersama pimpinan Pengobatan Alternatif Terapi, Bapak Sugito, menggelar kegiatan pembagian takjil gratis kepada masyarakat sekitar.
Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Masjid Al Muttaqin tersebut berlangsung penuh kekeluargaan. Warga yang melintas, para jamaah, hingga anak-anak yang menunggu waktu berbuka tampak antusias menerima paket takjil yang telah dipersiapkan. Senyum dan ucapan terima kasih menghiasi sore itu, menjadi gambaran indahnya kebersamaan di bulan penuh berkah.
BKM Masjid Al Muttaqin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat tali silaturahmi antarwarga. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk berbagi dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.
Sementara itu, Bapak Sugito selaku pimpinan Pengobatan Alternatif Terapi mengungkapkan harapannya agar kegiatan berbagi takjil ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Menurutnya, sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadhan akan membawa keberkahan, baik bagi pemberi maupun penerima.
“Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan. Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan kita arti berbagi dan memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Menjelang azan Maghrib berkumandang, suasana di sekitar masjid semakin terasa khidmat. Warga yang telah menerima takjil tampak bersiap menyempurnakan ibadah puasa mereka dengan penuh syukur. Anak-anak berlarian kecil, para orang tua berbincang hangat, sementara para panitia tetap sigap membagikan takjil hingga menjelang waktu berbuka.
Kegiatan sederhana ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh subur di tengah masyarakat. Di bulan yang suci ini, kebersamaan menjadi kekuatan, dan berbagi menjadi bahasa yang menyatukan.
Harapannya, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi tradisi sesaat, tetapi terus berlanjut sebagai wujud nyata kepedulian dan cinta terhadap sesama, khususnya di wilayah Desa Naga Kesiangan dan sekitarnya.
( BINews )
Share Social Media
