👆👆▶️ Klik Audio Untuk Mendengar kan
Medan | Bidikinfonews.xyz /– Kamis, 7 Agustus 2025,Kalau jalan bisa jadi warisan budaya, mungkin Jalan Gang Tengah di Lorong Trimo, Kelurahan Binjai, Medan Denai, sudah masuk daftar UNESCO. Bagaimana tidak? Sudah 40 tahun jalan ini sukses bertahan dalam kondisi rusak, tanpa aspal, tanpa drainase, tanpa lampu, tapi penuh kenangan.
“Sejak saya muda sampai uban bertaburan, jalan ini tetap setia rusak. Ini bukan jalan biasa, ini jalan kenangan,” ujar Artina Nani (54), warga setempat yang sudah tinggal di sana sejak 1983. Ia menyebut, kerusakan ini begitu konsisten, sampai-sampai penduduk setempat sudah hafal lubang-lubangnya—lebih dari hafal isi dompet sendiri.
Tak jauh berbeda, di Gang Pukat, Jalan Bromo, keluhan warga sudah seperti lagu lama yang terus diputar: enak didengar tapi tak pernah ditanggapi.
“Kami sudah sampaikan ke kelurahan, ke camat, ke anggota dewan, tapi yang dijawab cuma janji dan senyum tipis,” kata Uni Lovina, sambil menatap aspal yang tak pernah datang.

Namun jangan khawatir, karena di Medan Denai, kerusakan jalan bukan hanya masalah klasik—tapi juga trending topic. Di Jalan Rawa Cangkok 4, Gang Pakpak, dan Jalan Tuba 4, Gang Pembangunan, warga dapat “hadiah” jalan baru yang rusak hanya dalam hitungan minggu.
“Baru diperbaiki, sudah kayak kue lapis—pecah-pecah dan becek,” ujar Ibu Hotnidah (65), dengan ekspresi antara pasrah dan geli.
Menanggapi derita rakyat yang hampir bisa dijadikan sinetron panjang, Kepala Biro Bidik info news Medan, Bakhrizal Piliang, pun mengambil langkah nyata: menyurati Camat Medan Denai.
“Kami minta pemerintah jangan sekadar catat keluhan, tapi juga bergerak. Masa jalan rusak 40 tahun masih perlu investigasi? Itu sudah bukan investigasi, itu namanya arkeologi,” tegasnya.
Bakhrizal juga mengingatkan tentang Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik. “Sudah ada aturannya, Jangan sampai warga lebih percaya jalan tikus daripada jalan resmi karena yang satu nyata, yang satu cuma wacana,” sindirnya tajam.
Redaksi Bidik info news berharap surat resmi tersebut bisa membuka jalan—secara harfiah—bagi warga yang selama ini hanya bisa bermimpi punya akses mulus ke rumah sendiri. Tapi untuk sementara, mungkin warga bisa pertimbangkan membuat museum jalan rusak, sambil jualan tiket nostalgia.
( BINews/ B.Piliang )

