
Deli Serdang | bidikinfonews.xyz /— Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sibolangit pada Selasa malam (7/4/2026) sekitar pukul 21.46 WIB, memicu meluapnya Sungai Lau Tekap hingga menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah titik.
Luapan air sungai yang tidak mampu lagi ditampung badan sungai mengalir deras hingga ke badan jalan Jalan Letjen Jamin Ginting tepatnya di kawasan Batu Layang, Kabupaten Deli Serdang. Kondisi ini mengakibatkan akses jalan utama penghubung Medan–Berastagi sempat terganggu akibat genangan air, material tanah longsor, serta batang pohon besar yang tumbang menutupi sebagian ruas jalan.
Peristiwa bermula saat hujan lebat mengguyur kawasan hulu sejak sore hari dan terus berlanjut hingga malam. Debit air Sungai Lau Tekap meningkat drastis dalam waktu singkat. Sekitar pukul 21.46 WIB, air mulai meluap ke permukiman warga dan badan jalan, disertai arus deras yang membawa material lumpur, batu, dan ranting pohon.
Tak hanya banjir, kondisi tanah yang labil di sepanjang perbukitan Sibolangit turut memicu terjadinya longsor di beberapa titik. Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup sebagian jalan, sementara sejumlah pohon besar di tepi jalan dilaporkan tumbang akibat kuatnya angin dan derasnya aliran air.
Warga sekitar mengaku panik saat air tiba-tiba meluap dengan cepat. Beberapa di antaranya berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. kerusakan infrastruktur dan gangguan akses lalu lintas cukup signifikan.
Petugas gabungan dari pemerintah daerah, kepolisian, dan relawan segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi serta pembersihan material longsor dan pohon tumbang yang menghalangi jalan. Arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan panjang karena proses penanganan dan kondisi jalan yang licin serta berbahaya.
Pihak berwenang mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi kawasan Sibolangit, untuk tetap waspada dan berhati-hati, mengingat potensi hujan susulan masih dapat terjadi dan berisiko memicu bencana lanjutan.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan akan tingginya potensi bencana hidrometeorologi di wilayah perbukitan seperti Sibolangit, terutama saat curah hujan ekstrem melanda dalam durasi panjang. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan langkah mitigasi guna meminimalisir dampak yang lebih besar di masa mendatang.
( BINews )
Share Social Media
