Sinunukan | bidikinfonews.xyz | Kabupaten Mandailing Natal – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Sinunukan dikabarkan sudah lama vakum alias tidak memiliki kepengurusan aktif. Kondisi ini menjadi sorotan Koordinator Wilayah (Korwil) Media Bidik Info News Mandailing Natal, Hidayat Aridho Nasution, terutama setelah mencuatnya kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan guru SD Negeri 328 Sinunukan IV.
Isu tersebut mengemuka dalam acara dukungan Dewan Guru dan elemen masyarakat Kecamatan Sinunukan, yang digelar pada Senin, 20 Oktober 2025, di aula Kantor Camat Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Korwil XV Dinas Pendidikan Kecamatan Sinunukan, Irfan Rangkuti, S.Pd, menjelaskan bahwa tidak ada perwakilan dari PGRI Cabang Sinunukan pada kegiatan tersebut lantaran organisasi itu saat ini tidak memiliki kepengurusan yang aktif.
“Kepengurusan PGRI Cabang Sinunukan vakum setelah Kepala SMP Negeri 5 Sinunukan, Drs. Rahman Harahap, memasuki masa pensiun,” ujar Irfan Rangkuti.
Lebih lanjut, Irfan mengaku baru mengetahui adanya persoalan yang melibatkan Iyusan Sukoco, guru SD Negeri 328 Desa Sinunukan IV, setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan publik.
“Saya baru tahu karena sudah viral. Namun saya mengenal Pak Sukoco sebagai orang yang baik. Saya pribadi mendukung beliau, dan mari kita bersama-sama memberikan dukungan moral kepadanya,” tambah Irfan.
Sebagaimana diketahui, PGRI memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan profesionalisme guru, serta memperkuat etika dan karakter profesi dalam upaya memajukan pendidikan di Indonesia.
Ketiadaan kepengurusan aktif di tingkat kecamatan dinilai sejumlah pihak sebagai tantangan serius yang perlu segera diatasi agar PGRI dapat kembali menjalankan fungsinya secara optimal dalam melindungi dan memperjuangkan kepentingan para guru di wilayah Sinunukan.
Share Social Media
