Sinunukan | bidikinfonews.xyz/ Forkopimcam Sinunukan memperingati Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025 dengan tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”, Senin (10/11/2025). Kegiatan berlangsung di lapangan Kantor Camat Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, dengan khidmat dan sukses.
Upacara peringatan ini dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat. Hadir di antaranya Perwakilan Camat Sinunukan, Drs. Khairuddin Bacin, Perwakilan Kapolsek Batahan, Bripka Asmar, serta Perwakilan Danramil 20 Batahan, Sersan Heru. Turut hadir pula Sekcam Sinunukan, Korwil XV Dinas Pendidikan Sinunukan, Irpan Rangkuti, S.Pd, Kapus Sinunukan, Irsa Ansori Nasution, UPT Dinas Pertanian dan Pangan Sinunukan, para Kepala Desa se-Kecamatan Sinunukan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan staf Kantor Kecamatan Sinunukan.
Dalam sambutannya, Drs. Khairuddin Bacin mengingatkan kembali sejarah peringatan Hari Pahlawan yang berawal dari pertempuran heroik di Surabaya pada 10 November 1945.
“Taukah kita, peristiwa Hari Pahlawan bermula setelah kekalahan Jepang. Saat itu, rakyat dan para pejuang Indonesia berjuang keras mendesak tentara Jepang agar menyerahkan senjata mereka kepada bangsa Indonesia,” ujar Khairuddin Bacin dalam amanatnya.
Beliau menambahkan, pertempuran Surabaya tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Pahlawan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 pada 16 Desember 1959 yang ditandatangani oleh Presiden Soekarno.
“Hari Pahlawan adalah momentum untuk mengenang semangat juang para pendahulu kita. Kita sebagai generasi penerus wajib meneladani semangat itu dengan terus bergerak melanjutkan perjuangan mereka,” sambungnya.
Upacara peringatan berlangsung dengan khidmat, diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bertindak sebagai Komandan Upacara, Sertu Mujur dari Koramil 20 Batahan. Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Sinunukan, Mora Siagian, S.Ag.
Refleksi Hari Pahlawan: Menghidupkan Api Perjuangan di Hati Generasi Kini
Delapan puluh tahun telah berlalu sejak gema perjuangan Surabaya menggetarkan tanah air. Namun nilai-nilai kepahlawanan itu tak pernah usang. Di Sinunukan yang jauh dari hiruk-pikuk kota besar, semangat itu tetap menyala dalam wajah-wajah sederhana masyarakat yang hadir—para guru, petani, aparat, dan pemuda yang sadar bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan warisan yang harus dijaga dengan pengabdian.
Hari Pahlawan bukan sekadar upacara tahunan, melainkan ruang renung bagi setiap anak bangsa: sudahkah kita menjadi teladan sebagaimana pahlawan dahulu? Sudahkah kita mengisi kemerdekaan ini dengan karya dan ketulusan?
Di tengah tantangan zaman, semangat “Pahlawanku Teladanku” mengajak kita untuk terus bergerak—bukan dengan senjata, tetapi dengan kejujuran, kerja keras, dan kepedulian sosial. Sebab perjuangan hari ini adalah menjaga nilai, menegakkan kebenaran, dan menanamkan harapan bagi generasi mendatang.
Laporan dari : AR. Nst
Share Social Media
