
Tebing Tinggi │ bidikinfonews.xyz │ 29 November 2025 —
Banjir yang melanda sebagian wilayah Kota Tebing Tinggi sejak beberapa hari terakhir meninggalkan dampak yang cukup memprihatinkan. Setelah air perlahan surut, sejumlah rumah warga terlihat dipenuhi lumpur dengan aroma tak sedap. Banyak peralatan rumah tangga seperti lemari, kursi, kasur, hingga perangkat elektronik rusak dan tidak lagi dapat digunakan. Sebagian besar barang-barang tersebut akhirnya menjadi tumpukan sampah yang menambah lista kerugian masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, Puskesmas Pasar Gambir, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, bergerak cepat melakukan respons tanggap darurat. Tim medis diterjunkan untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir, terutama yang mengalami iritasi kulit, ISPA, dan keluhan kesehatan lainnya akibat lingkungan yang tercemar.
Pantauan di lapangan menunjukkan tim medis ditempatkan di Masjid Amaliyah, Lingkungan V, Kelurahan Mandailing. Sejumlah warga terlihat datang memanfaatkan layanan kesehatan tersebut, mulai dari pemeriksaan umum, pemberian vitamin, hingga penanganan medis dasar. Selain itu, tenaga kesehatan juga memberikan sosialisasi mengenai bahaya penyakit pascabanjir, termasuk leptospirosis, diare, serta wabah yang berpotensi menyebar akibat air kotor dan genangan limbah.

Namun demikian, muncul masalah baru setelah banjir surut, yakni persoalan penumpukan sampah. Banyak warga memilih membuang sampah sembarangan ke tepi jalan, drainase, bahkan ke aliran sungai karena tidak mengetahui harus membuang di mana. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu pencemaran lingkungan serta memperburuk risiko penyakit.
Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Permukiman Kota Tebing Tinggi segera turun tangan untuk mengatasi persoalan tersebut. Kehadiran petugas kebersihan, armada truk pengangkut sampah, serta penyediaan titik pembuangan sementara (TPS) dinilai sangat mendesak untuk mencegah penumpukan sampah yang semakin meluas.
Selain itu, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tebing Tinggi juga diminta untuk mengupayakan suplai air bersih bagi warga yang masih kesulitan mendapatkan akses air layak pakai. Air bersih saat ini menjadi kebutuhan paling vital, terutama untuk keperluan mandi, mencuci, memasak, dan sanitasi.
Salah seorang warga, Wulan, mengatakan bahwa kondisi pascabanjir jauh lebih berat daripada saat banjir terjadi.
“Saat banjir kami panik, tapi setelah surut kondisinya jauh lebih kacau. Rumah penuh lumpur, barang rusak, dan sekarang sampah menumpuk. Kami bingung mau buang ke mana,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, sebagian tim dari pemerintah kota masih terlihat melakukan pemantauan dan pendataan di beberapa titik terdampak banjir. Warga berharap penanganan lanjutan dapat dilakukan secara cepat, terstruktur, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Share Social Media
