
Batahan,Mandailing Natal | bidikinfonews.xyz — Ranting Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kelurahan Pasar Baru Batahan turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menampilkan drama kolosal yang mengangkat kisah perjuangan pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan, bersama istrinya, Nyai Siti Walidah.
Pementasan tersebut digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026, di Lapangan Hijau Batahan, Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Kegiatan berlangsung dalam suasana meriah dan mendapat perhatian masyarakat yang hadir menyaksikan rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI.
Mengusung tema “Perjuangan K.H. Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah dalam Mengembangkan Muhammadiyah di Republik Indonesia”, pementasan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan sejarah mengenai keteladanan, pengabdian, pendidikan, serta perjuangan dalam membangun kehidupan masyarakat dan bangsa.
Penampilan ini dipimpin langsung oleh Ketua Ranting Nasyiatul Aisyiyah Pasar Baru Batahan, Raflida, dan didampingi Ketua Pemuda Cabang Muhammadiyah Batahan, Zailani Rahmad.
Mengangkat Peran Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah
Dalam pementasan tersebut, kisah perjuangan K.H. Ahmad Dahlan dan Nyai Siti Walidah menjadi bagian utama yang ditampilkan kepada masyarakat.
Kisah tersebut menggambarkan bagaimana perjuangan Ahmad Dahlan dalam mengembangkan gagasan pembaruan melalui Muhammadiyah mendapat dukungan dari lingkungan keluarga, termasuk Nyai Siti Walidah yang kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam gerakan perempuan Muhammadiyah.
Melalui perannya, Nyai Walidah digambarkan tidak hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap pendidikan dan pemberdayaan perempuan.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai yang ingin disampaikan melalui pementasan, bahwa perjuangan dalam membangun masyarakat dan bangsa dapat dilakukan secara bersama-sama, dengan melibatkan laki-laki maupun perempuan sesuai peran dan kemampuan masing-masing.
Pementasan juga mengajak generasi muda untuk mengenal kembali sejarah tokoh-tokoh bangsa dan organisasi kemasyarakatan yang memiliki kontribusi dalam perjalanan Indonesia.
Libatkan Sejumlah Pemeran
Pementasan tersebut melibatkan sejumlah anggota dan kader Ranting Nasyiatul Aisyiyah Pasar Baru Batahan serta Pemuda Muhammadiyah Batahan.
Adapun Elgi Laska Rivera bertindak sebagai narator.
Tokoh utama dan keluarga diperankan oleh:
* Sofia Aini sebagai Siti Walidah atau Nyai Walidah ;
* M. Zacky sebagai K.H. Ahmad Dahlan ;
* Rizki Aulia sebagai K.H. M. Fadil;
* Ritayanti sebagai Nyai Mas ;
* Arbia sebagai Aisyah ;
* Finta Lestari sebagai Fatimah.
Sementara sejumlah pemeran warga terdiri atas Kiki, Dani, Yulfina, Fitria, Siti, dan Marlina.
Untuk peran dokter dan perawat diperankan oleh Raflida dan Yolla Handayani.
Pementasan tersebut juga menghadirkan tokoh-tokoh bangsa, yakni Ir. Soekarno yang diperankan oleh Zailani Rahmad, Muhammad Hatta diperankan oleh Sofian Hadi, serta Jenderal Sudirman diperankan oleh Abdur Razak Yurdano.
Perkuat Nilai Nasionalisme
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mengenalkan nilai perjuangan dan keteladanan kepada generasi muda sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Melalui seni pertunjukan dan pengenalan sejarah, Ranting Nasyiatul Aisyah Pasar Baru Batahan berupaya menghadirkan pesan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui perayaan, tetapi juga dengan mengenang perjuangan para tokoh terdahulu serta meneruskan nilai pengabdian melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kegiatan sosial.
Pementasan kisah Ahmad Dahlan dan Nyai Walidah tersebut menjadi salah satu warna dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Batahan.
Semangat perjuangan yang ditampilkan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam membangun agama, masyarakat, dan bangsa melalui karya serta pengabdian yang positif.
Sumber Berita : Koorwil Madina / AR.Nst.
Share Social Media