Tebintinggi | bidikinfonews.xyz / Sumatera Utara 5 Mei 2025 – Di sebuah kampung kecil yang tenang, terdapat sosok sederhana namun luar biasa bernama Pak Salim. Di usianya yang hampir 80 tahun, beliau menjadi teladan bagi masyarakat sekitar karena semangatnya dalam menunaikan ibadah, khususnya shalat berjamaah di masjid.
Setiap hari, bahkan sebelum azan subuh berkumandang, warga kampung telah terbiasa melihat Pak Salim duduk di beranda masjid, menanti pintu dibuka. Tak peduli hujan deras, angin kencang, atau teriknya matahari, beliau tetap hadir, dengan sepasang sandal tuanya yang setia menemaninya.
Banyak yang penasaran, apa yang mendorong seorang kakek renta untuk begitu teguh menjaga ibadahnya. Seorang pemuda setempat akhirnya bertanya langsung kepada Pak Salim.
“Kek, kenapa kakek semangat sekali ke masjid, padahal jalan kaki pun sudah susah?”
Dengan senyum penuh kedamaian, Pak Salim menjawab,
“Nak, dulu kakek jauh dari Allah. Jarang shalat, masjid pun tak pernah kakek singgahi. Sampai suatu malam, Allah beri mimpi yang tak akan kakek lupakan.”
Dalam mimpinya, Pak Salim merasa dikuburkan dalam liang lahat yang sempit dan gelap. Ia mendengar suara menggema bertanya: ‘Apa bekalmu untuk bertemu Tuhanmu?’
Lidahnya kelu. Tak ada jawaban. Ia hanya bisa menangis.
“Sejak malam itu, kakek sadar. Hidup ini sementara. Maka selama Allah masih beri kaki untuk melangkah, kakek tak akan menyia-nyiakan waktu. Masjid adalah tempat kembali. Tempat kita bertemu Allah dengan tenang.”
Beberapa pekan setelah percakapan itu, warga kampung dikejutkan oleh kabar wafatnya Pak Salim. Beliau meninggal dunia setelah menunaikan shalat subuh berjamaah. Dan seperti biasa, sepasang sandal tuanya tertata rapi di depan pintu masjid.
Sepasang Sandal, Sepotong Warisan Iman
Kini, warga kampung mengenang Pak Salim bukan karena banyak harta, bukan karena pangkat atau gelar, tapi karena sepasang sandal tuanya yang menjadi saksi keteguhan iman. Sebuah pengingat bahwa kedekatan dengan Allah tak mengenal usia atau keadaan.
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
( BINews )
Share Social Media
