Batam | bidikinfonews.xyz — Suasana malam di Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, mendadak heboh setelah seekor buaya berukuran besar muncul di daratan. Peristiwa ini terjadi pada Selasa malam, 4 November 2025, sekitar pukul 23.10 WIB, di jalan menuju Bagan Tanjung Piayu.
Menurut keterangan sejumlah warga, kemunculan buaya sepanjang sekitar tiga meter itu pertama kali terlihat oleh pengendara yang melintas di lokasi. Reptil tersebut tampak berbaring di tepi jalan dengan tubuh sebagian berada di genangan air hujan. Melihat pemandangan tak biasa itu, warga segera menghubungi pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk meminta pertolongan.
Tak berselang lama, tim gabungan dari Polsek Sungai Beduk dan Damkar Kota Batam tiba di lokasi. Dengan peralatan pengaman khusus, petugas berupaya mengevakuasi buaya yang diduga berasal dari kawasan rawa atau sungai di sekitar wilayah tersebut. Setelah sekitar 30 menit upaya penangkapan, buaya berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban jiwa.
“Kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 23.20 WIB. Petugas langsung menuju lokasi dan melakukan pengamanan. Buaya kemudian berhasil ditangkap dengan kondisi hidup,” ujar salah satu anggota tim Damkar yang ikut dalam proses evakuasi.
Warga sekitar sempat menyaksikan proses penangkapan tersebut dengan rasa tegang. Banyak dari mereka mengaku khawatir karena wilayah itu memang berdekatan dengan perairan yang sering tergenang saat pasang.
“Selama ini belum pernah ada buaya sebesar itu naik ke darat. Kami jadi takut kalau kejadian seperti ini terulang lagi,” tutur salah seorang warga Tanjung Piayu yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Sementara itu, pihak berwenang masih menelusuri kemungkinan asal muasal Buaya tersebut. Dugaan sementara, satwa liar itu tersesat atau mencari makan akibat perubahan kondisi lingkungan dan curah hujan tinggi beberapa hari terakhir.
Buaya tersebut saat ini telah diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kepulauan Riau untuk penanganan lebih lanjut sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat yang aman.
Melalui keterangan resminya, pihak kepolisian dan BKSDA mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemunculan satwa liar, khususnya di daerah yang berdekatan dengan perairan. Warga diminta segera melapor ke aparat jika menemukan hewan berbahaya agar dapat segera ditangani secara profesional.
“Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Kami juga mengingatkan agar warga tidak mencoba menangkap atau mengusir hewan liar sendirian karena berisiko tinggi,” ujar perwakilan BKSDA Kepri.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam dan habitat satwa liar di tengah meningkatnya aktivitas manusia di kawasan pesisir.
( D2K )
Share Social Media
