Hasilnya, indikator ketahanan diri remaja mencatat skor 55,24 (sangat tinggi), sementara Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) mencapai 3,47 dengan kategori sangat mandiri.
Rehabilitasi: Dari Balik Jeruji Hingga Masyarakat
Pada sektor rehabilitasi, BNNK Tebing Tinggi mencatat terobosan signifikan melalui pengembangan layanan rehabilitasi di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi. Sebanyak 30 warga binaan mendapatkan layanan skrining adiksi, asesmen medis, dan konseling mendalam.
Langkah ini mengantarkan BNNK Tebing Tinggi meraih penghargaan dari Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Utara sebagai mitra strategis terbaik dalam rehabilitasi warga binaan.
Selain itu, layanan SKHPN berhasil mencapai target 100 persen, yakni 325 layanan dari 325 target, serta dibukanya gerai layanan terpadu di Mal Pelayanan Publik (MPP) guna mempermudah akses masyarakat.
Pada aspek pemulihan, tercatat 32 klien rawat jalan, 5 klien rawat inap, serta 34 klien pascarehabilitasi yang terus dipantau untuk mencegah kekambuhan. Melalui pendekatan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), 10 agen pemulihan lokal mendampingi lima klien secara langsung di lingkungan tempat tinggal mereka.
Berdasarkan pengukuran WHOQOL, kualitas hidup klien rehabilitasi meningkat dengan skor 92,7 atau 100,76 persen, menunjukkan keberhasilan pemulihan sosial.
Pemberantasan: Fokus Putus Rantai Permintaan
Meski data Laporan Kasus Narkotika (LKN) tercatat nihil, BNNK Tebing Tinggi menegaskan bahwa hal tersebut bukan berarti ketiadaan kerja pemberantasan.
Sepanjang 2025, dilakukan 11 kali razia intensif di lokasi rawan, memeriksa 88 orang dan menjaring 24 orang positif narkoba. Melalui program Tim Asesmen Terpadu (TAT), dari target 15 orang, berhasil direhabilitasi 44 penyalahguna, atau 293 persen capaian kinerja.
Sebagai langkah inovatif, BNNK Tebing Tinggi juga mendirikan Posko Komunitas Anti Narkoba di Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan, sebagai wilayah yang selama ini dikenal rawan peredaran narkoba.
Penutup
BNNK Tebing Tinggi menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba tidak semata diukur dari jumlah penangkapan, melainkan dari berapa banyak warga yang berhasil diselamatkan dan dipulihkan.
“Narkoba adalah musuh tak kasat mata yang menyasar keluarga kita tanpa pandang bulu. Karena itu, kami mengajak media menjadi obor pencerahan—tajam, kritis, dan berpihak pada keselamatan generasi,” tutup Mahasuriani.
Dengan semangat War on Drugs for Humanity, BNNK Tebing Tinggi optimistis menatap 2026 demi mewujudkan Kota Tebing Tinggi yang sehat, produktif, dan benar-benar Bersinar (Bersih Narkoba).
Share Social Media