Fadli menambahkan, membangun kolaborasi secara bersama dengan pemerintah, organisasi kesehatan, lembaga swadaya masyarakat, dan para penegak hukum, merupakan kunci dalam upaya mencegah dan mensosialisasikan tentang bahaya narkotika.
“Kemitraan dengan para penegak hukum melalui kolaborasi secara bersama dengan pemerintah, dan masyarakat juga dinilai menjadi penting dalam memperluas jangkaun pelaksanaan P4GN,”katanya.
Usai memberikan paparannya, Fadli berharap kegiatan Bimtek yang digelar oleh BNNK Labura ini, dapat dipahami masyarakat bahwa pentingnya literasi digital dalam menyampaikan penyuluhan dan sosialisasi dalam melaksanakan P4GN.
“Kita berharap, melalui bimtek ini, masyarakat dan para remaja dapat memahami bahwa literasi digital begitu sangat penting sebagai alat penyampai informasi tentang bahaya narkotika,”tutupnya.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak Rabu 7 Agustus hingga Kamis 8 Agustus itu, dibuka langsung oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Labura, Karno Adhi Swasono M.Si, diwakili Ketua Tim Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Martha Helen Sihite, SKM.(red)
