Lebih jauh, Samsi menyampaikan harapannya agar program BLT-DD dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, masih banyak warga desa yang membutuhkan uluran tangan pemerintah, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
“Harapan kami dari Pemerintah Desa Kuala Batahan, ke depan program ini tetap ada. Kami juga berharap kepada Kementerian Desa dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal agar terus memperhatikan KPM kami, supaya masyarakat kurang mampu tetap mendapatkan perlindungan sosial,” tambahnya.
Penyaluran BLT-DD berlangsung tertib dan lancar. Aparatur desa tampak aktif mendampingi proses penyaluran agar bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan data yang telah diverifikasi sebelumnya.
Di sudut desa, bantuan Rp300 ribu mungkin tak mampu mengubah nasib dalam sekejap. Namun bagi sebagian warga, angka itu cukup untuk menahan dapur tetap mengepul, membeli beras, atau menutup kebutuhan harian yang tak bisa ditunda. Di sinilah BLT-DD menemukan maknanya—bukan sebagai solusi besar, tetapi sebagai penyangga hidup di saat yang genting.
Pemerintah Desa Kuala Batahan berharap, bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga ketahanan sosial desa, sekaligus bukti bahwa Dana Desa bukan hanya berhenti di papan pengumuman, tetapi hadir nyata di tangan masyarakat.
( Binews / AR. Nst )
Share Social Media