Aksi Premanisme Nyaris Berujung Pembacokan, Aparat Diminta Bertindak Tegas
Mandailing Natal | bidikinfonews.xyz — Aksi premanisme kembali mencoreng rasa aman masyarakat di Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Seorang wartawan Bidik Info News nyaris menjadi korban pembacokan setelah seorang pria yang diduga preman mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis dodos sawit di kawasan Pasar Batahan, Rabu (4/3/2026).
Insiden yang bermula dari persoalan sepele—sepeda motor yang tidak sengaja tersenggol—hampir berubah menjadi tragedi kekerasan berdarah di ruang publik.
Peristiwa itu terjadi ketika seorang Kepala Biro Bidik Info News wilayah Batahan baru saja menyelesaikan tugas peliputan proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan Kota Batahan dengan Pelabuhan UPP III Batahan.
Usai menjalankan tugas jurnalistiknya, korban singgah di sebuah toko penjual alat-alat mesin di Desa Pasar Batahan untuk membeli perlengkapan memperbaiki lampu genset miliknya di kampung.
Namun saat hendak keluar dari toko, sepeda motor korban tanpa sengaja menyenggol sepeda motor lain yang terparkir hingga terjatuh.
Menurut sejumlah warga yang berada di lokasi, motor yang terjatuh tersebut tidak mengalami kerusakan berarti. Bahkan tidak ditemukan goresan maupun lecet pada kendaraan itu.
Namun peristiwa kecil itu justru memantik kemarahan pemilik sepeda motor yang dikenal warga sebagai sosok yang kerap membuat keributan di lingkungan sekitar.
Pelaku langsung menuntut ganti rugi kepada korban.
Ketika korban menolak tuntutan yang dianggap tidak masuk akal tersebut, situasi langsung berubah tegang.
Adu mulut pun tak terhindarkan
Tidak lama kemudian pelaku meninggalkan lokasi menuju rumahnya yang berada tepat di samping toko tempat kejadian perkara.
Beberapa menit berselang, pelaku kembali dengan membawa senjata tajam berupa mata dodos sawit.
Dengan wajah penuh emosi, pelaku diduga hendak menyerang korban di depan warga yang menyaksikan kejadian tersebut.
Situasi mendadak mencekam
Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi segera bertindak cepat untuk mencegah aksi kekerasan terjadi.
Mereka berusaha menahan pelaku dan akhirnya berhasil merebut senjata tajam dari tangannya sebelum sempat melukai korban.
Tindakan cepat warga tersebut diduga berhasil menggagalkan kemungkinan terjadinya pembacokan di tengah keramaian pasar.
Meski tidak ada korban luka, peristiwa tersebut menimbulkan trauma sekaligus kekhawatiran di tengah masyarakat.
Apalagi aksi pengancaman dengan senjata tajam itu terjadi di ruang publik yang ramai aktivitas warga.
Dugaan Premanisme dan Pemaksaan
Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian tersebut menilai tindakan pelaku sudah mengarah pada praktik premanisme.
Pasalnya, tuntutan ganti rugi yang dipaksakan muncul meskipun tidak ada kerusakan pada kendaraan yang tersenggol.
Share Social Media