☝☝▶️▶️ Klik Audio
Medan | bidikinfonews.xyz – Sumatera Utara, Senin (29/12/2025) – Kerusakan jalan di Kecamatan Medan Denai bukan lagi sekadar keluhan musiman, melainkan potret lama yang tak kunjung diperbaiki. Jalan berlubang, aspal mengelupas, genangan air, hingga penerangan jalan yang mati, kini berubah menjadi “perangkap” harian bagi warga dan pengguna jalan.
Keluhan masyarakat mencuat dari berbagai titik, mulai dari Jalan Bromo Gang Pukat, Lorong Trimo Gang Tengah, Jalan Pelajar di sekitar Simpang Titi Pelajar, Gang Sederhana, Bromo Ujung / Jalan Ikhlas, hingga Jalan Raya Menteng Gang Benteng, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Ironisnya, sebagian ruas jalan tersebut disebut telah rusak selama 10 hingga 40 tahun tanpa perbaikan berarti.
Tim Redaksi Bidik Info News Medan menerima laporan langsung dari warga pada Senin (29/12/2025) terkait kondisi jalan yang kian memprihatinkan. Pantauan di lapangan memperlihatkan lubang-lubang menganga di badan jalan, sebagian menyerupai bekas galian yang tak pernah ditutup kembali dengan aspal layak.
Bakri (45), pedagang pulsa yang sehari-hari beraktivitas di persimpangan Titi Jalan Pelajar, mengungkapkan kekhawatirannya.
“Jalan di persimpangan ini sudah lama rusak. Sering pengendara jatuh, apalagi malam hari. Posisi persimpangan sangat rawan, ditambah lampu jalan mati. Kasihan pengendara sepeda motor, terutama ibu-ibu, sering jadi korban,” ujarnya tegas.
Menurut Bakri, kondisi ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah kecamatan untuk segera bertindak, bukan justru membiarkan risiko kecelakaan berulang.
Keluhan serupa datang dari warga Gang Benteng yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut kondisi jalan di lingkungannya rusak parah dan penuh lubang.
“Kalau hujan, air tergenang menutupi jalan. Mobilitas warga terganggu dan sangat berbahaya bagi pengendara,” katanya.

Tak hanya soal jalan rusak, persoalan persampahan di Medan Denai juga menuai sorotan. Tim Redaksi Bidik Info News mencatat tumpukan sampah yang berserakan di pinggir jalan hampir setiap hari. Terlepas dari apakah sampah tersebut akhirnya diangkut atau tidak, kondisi tersebut tetap menunjukkan lemahnya tata kelola persampahan dan berpotensi melanggar aturan pengelolaan lingkungan.
Kepala Biro Bidik Info News Medan mendesak Wali Kota Medan untuk segera mengevaluasi kinerja Camat Medan Denai, beserta lurah dan kepala lingkungan (kepling) di wilayah tersebut. Buruknya infrastruktur jalan, carut-marutnya pengelolaan sampah, serta lemahnya pelayanan publik dinilai mencerminkan kegagalan dalam menjalankan fungsi dasar pemerintahan di tingkat kecamatan.
Catatan Redaksi
Bidik Info News sebelumnya telah melakukan konfirmasi terkait berbagai pengaduan masyarakat, di antaranya:
– Jalan Bromo Gang Tengah yang disebut *40 tahun tidak pernah diaspal,
– Gang Pukat yang rusak selama *10 tahun tanpa perbaikan,
– Gang Papak yang ironisnya *belum sebulan diperbaiki namun kembali rusak.
Pengaduan tersebut telah dikonfirmasi langsung kepada Camat Medan Denai. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak kecamatan.
Di tengah jargon pembangunan dan pelayanan publik, kondisi Medan Denai justru memperlihatkan kenyataan sebaliknya: jalan berlubang menjadi pemandangan biasa, keselamatan warga terabaikan, dan keluhan masyarakat seperti berputar di tempat—sama seperti lubang-lubang jalan yang tak kunjung ditutup.
( Binews / B. Piliang )
Share Social Media