Sumatera Utara | bidikinfonews.xyz/ – Ini Sumatera Utara, bung! Tempat jalan berlubang bisa lebih awet daripada janji pejabatnya. Dan benar saja, episode sinetron korupsi kembali tayang. Pemeran utamanya: Topan Obaja Putra Ginting, Kepala Dinas PUPR Sumut.
Baru beberapa hari lalu, Pak Kadis pamer senyum bareng Wali Kota Medan, Bobby Nasution, sambil meninjau proyek jalan. Caption-nya mungkin sejenis, “Demi pembangunan Sumut lebih baik.” Eh… nggak sampai seminggu, KPK datang bawa rompi oranye, bukan untuk fashion show, tapi untuk OTT — Operasi Tangkap Tangan !
Dan ya, rakyat akhirnya paham, yang ditinjau itu bukan cuma jalan… tapi juga potensi setoran dan fee proyek.
Modusnya Klise, Tapi Efektif Buat Isi Kantong
Bayangkan, di zaman serba digital, korupsinya masih gaya kuno yang dikemas modern. Rekayasa tender lewat e-catalog, main atur-atur pemenang. Alasan survei proyek? Cuma formalitas biar bisa bisik-bisik:
“Bro, proyek ini punya gue ya. Tender cuma buat pajangan.”
Dua proyek besar yang jadi bancakan ( Makan bersama ) :
Pembangunan Jalan Sipiongot – Batas Labusel (Rp96 Miliar)
Pembangunan Jalan Hutaimbaru – Sipiongot (Rp61,8 Miliar)
Total? Rp157,8 miliar. Itu baru dari dua proyek. Kalau dihitung sama proyek lain yang lagi diselidiki, bisa tembus Rp231 miliar lebih.
Skenarionya cakep. Proyek ditayang di e-catalog dengan waktu sengaja di jeda seminggu antar-paket. Tujuannya? Biar gak kelihatan janggal. Tapi dasar akal-akalan, akhirnya ketahuan juga.
Setoran Jalan Terus, Jalan Malah Nggak Beres
Uang haramnya ngalir lancar. Direktur PT DNG, Direktur PT RN, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), semua main dalam satu orbit. Duitnya muter, tapi bukan buat aspal, bukan buat semen, tapi buat menambal dompet yang sudah robek oleh nafsu.
Ironisnya, jalan yang jadi alasan mereka ‘mencari nafkah’ itu tetap seperti biasanya: rusak, berlubang, longsor di sana-sini. Jangan harap bisa nikmatin jalan mulus. Kalau ada jalan rata, mungkin itu cuma mimpi atau efek kamera wide-angle.
Plot Twist: Foto Bareng Bobby Jadi Bumerang
Yang bikin tambah nyesek, sebelum ketangkap, si Topan sempat viral upload foto bareng Bobby Nasution. Netizen sempat mikir, “Wah, ini bakal ada pembangunan serius.” Ternyata seriusnya bukan bangun jalan, tapi bangun konspirasi korupsi.

Pertanyaannya, apakah Bobby tahu? Atau pura-pura nggak tahu? Atau ini cuma kebetulan? KPK sendiri belum komentar banyak soal ini, tapi publik sudah mulai berspekulasi.
KPK Bilang: Ini Baru Pemanasan
Lima orang sudah resmi jadi tersangka:
1. Topan Obaja Putra Ginting (Kadis PUPR Sumut)
2. Rasuli Efendi Siregar (Kepala UPTD Gunung Tua/PPK)
3. Heriyanto (PPK Satker PJN Wilayah I Sumut)
4. M. Akhirun Efendi Siregar (Direktur PT DNG)
5. M. Rayhan Dulasmi Pilang (Direktur PT RN)
Tapi KPK bilang, “Ini baru permukaan. Masih ada yang lebih dalam.” Proyek lain sedang disisir. Pola yang sama dicurigai terjadi di beberapa proyek infrastruktur lain di Sumut.
Rakyat Cuma Bisa Ngelus Dada… Dan Ngelus Jalan Berlubang
Di ujung cerita, rakyat cuma bisa ketawa miris. Dari dulu yang rusak itu bukan cuma jalan, tapi mental pejabatnya. Duit rakyat dikeruk, jalan tetap berlubang, janji-janji pembangunan cuma jadi template pidato pejabat di acara seremonial.
Kalau dihitung-hitung, sebenarnya jalan rusak itu bisa jadi indikator paling jujur buat ngukur seberapa parah korupsi di Daerah ini.
Satu pesan buat pejabat yang masih waras:
“Kalau nggak bisa bikin jalan mulus, setidaknya jangan bikin kantong kalian makin mulus dari uang rakyat.”
Sumut oh Sumut… jalannya bolong, moral pejabatnya juga bolong.
oleh : Pimpinan Umum Media Bidik Info News, Syahrial Efendi Nasution
Share Social Media

