Yang bikin tambah greget, semua pemeriksaan dilakukan secara mendadak pada Minggu, 21 Desember 2025. Minggu, saudara-saudara. Saat sebagian warga sibuk dengan kopi dan gorengan, Panmus justru sprint administratif. Penyebabnya klasik tapi sakti: pergantian kepemimpinan daerah. Wali Kota melantik lurah dan pengurus TP PKK kecamatan secara tiba-tiba, dan jadwal kepling pun ikut terjun bebas. Targetnya jelas: semua tahapan harus kelar sebelum 23 Desember 2025. Tak ada kompromi. Tak ada perpanjangan waktu. Administrasi tak kenal libur.
Bagi yang lolos saringan berkas, jangan dulu pesta. Masih ada dua rintangan menghadang: ujian tertulis dan wawancara. Di sini, bukan hanya Panmus yang menilai, tapi juga tokoh agama dan tokoh masyarakat. Lengkap sudah. Kalau gugup, salah jawab, atau terlalu banyak “ee… anu…”, ya silakan evaluasi diri.
Sekadar catatan pinggir: Kota Tebing Tinggi memiliki 169 lingkungan di 35 kelurahan dan lima kecamatan. Kursi kepling memang banyak, tapi jalannya licin. Siapa yang mengira jabatan paling dekat dengan warga justru dimulai dari pertarungan paling dingin: meja administrasi.
Mungkin inilah pesan tak tertulisnya:Sebelum bicara melayani rakyat, rapikan dulu nama di ijazah.Sebelum berjanji menjaga lingkungan, pastikan akta kelahiran tak salah ketik.Karena di Tebing Tinggi hari ini, kepling bukan tumbang di lapangan—tapi di map berkas.
— Wartawan yang sudah lama percaya: demokrasi lokal sering kali ditentukan oleh satu huruf yang salah ketik.
( Binews )
Share Social Media