Tebingtinggi | bidikinfonews. xyz/ – Sumatera Utara 10/6/2026.
“Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.” Pepatah tua ini telah lama hidup di tengah masyarakat kita, menjadi cerminan sikap menerima apa yang datang dalam hidup.
Ia mengajarkan bahwa ada batas kendali manusia terhadap peristiwa yang menimpa dirinya—itulah yang kita sebut sebagai takdir. Namun, pemahaman tentang takdir tidak boleh membuat kita berhenti berusaha, apalagi menjadi malas. Di sinilah letak keseimbangan yang sering dilupakan banyak orang.
Takdir dan rezeki adalah dua hal yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta, tetapi bukan berarti manusia boleh pasrah tanpa tindakan. Rezeki memiliki jalan yang beragam dan waktu yang tidak diketahui, tetapi ia akan datang bagi siapa saja yang berikhtiar dengan sungguh-sungguh.
Keyakinan bahwa keberhasilan tidak selalu bisa dipaksa dan musibah tidak selamanya bisa dihindari akan memberikan ketenangan batin, namun harus disertai dengan upaya nyata.
Di tengah pemahaman itu, muncul pesan agung dari Ali bin Abi Thalib RA, sosok yang dikenal luas karena kecerdasan dan kebijaksanaannya. Beliau bersabda : “Ikatlah ilmu itu dengan cara menuliskannya agar engkau tidak lupa.” Kata-kata ini menjadi jembatan indah antara keimanan kepada takdir dan tanggung jawab manusia untuk mengembangkan potensi dirinya.
Mengapa ilmu harus diikat dengan tulisan? Karena ilmu adalah harta yang tidak akan habis meski dibagikan, namun sangat mudah hilang jika hanya disimpan di dalam ingatan. Tulisan menjadi bukti abadi, menjadi warisan, dan menjadi cahaya yang bisa menuntun banyak orang. Jika kita meyakini bahwa rezeki dan kebaikan sudah diatur, maka cara terbaik untuk menjemputnya adalah dengan memperbanyak ilmu dan mendokumentasikannya. Ilmu yang tertulis akan bertahan melampaui waktu, memberi manfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga generasi mendatang.
Kita sering menyaksikan banyak orang berharap nasib berubah secara instan tanpa mau belajar, mencatat, dan mengembangkan diri. Padahal, menerima takdir bukan berarti diam saja. Justru, keyakinan yang kuat membuat kita semakin giat berusaha, salah satunya dengan mencari dan mengabadikan ilmu.
Ketika kita telah melakukan upaya terbaik—termasuk merangkai pengetahuan menjadi tulisan yang bermanfaat—maka kita dapat menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.
Pesan ini sangat relevan untuk zaman sekarang. Di tengah banjir informasi yang cepat berlalu, kemampuan mendokumentasikan pengetahuan menjadi semakin penting.
Seperti kata Ali bin Abi Thalib, tulisan mengunci ilmu agar tidak hilang, sekaligus menjadi bekal untuk meraih rezeki yang halal dan berkah. Percayalah bahwa apa yang telah ditetapkan tidak akan meleset, namun berusahalah sekuat tenaga, perbanyaklah ilmu, dan abadikanlah agar menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.
Bidikinfonews – Menyajikan Perspektif, Menggugah Kesadaran.
Oleh: Pimpinan Umum Bidikinfonews
Share Social Media