TebingTinggi | bidikinfonews. xyz – Pelatihan Teknis (Bimtek) bertema Pemberdayaan, Pencegahan, dan Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Tahun 2026 resmi digelar di wilayah Kelurahan Mandailing, Kota Tebing Tinggi. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan, aparat keamanan, serta diikuti oleh 25 perwakilan warga setempat.
Hadir dalam kegiatan ini Camat Tebing Tinggi Kota, Ibu Henci Br. Siregar, S.Pd.,SE; Lurah Mandailing, Ibu Yur Lisna,SE; Bhabin Kamtibmas Aiptu Hadi Kuswono; serta Bhabinsa Prada Risman Hasali. Sebagai narasumber dihadirkan Kepala Bidang Perlindungan Anak dan Pemenuhan Hak Anak DP3APM Kota Tebing Tinggi, Mhd. Irfansyah, SE, M.Si, dan Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak DP3APM, Bapak Irwan Agustimur Ginting, SKM.
Acara diawali dengan khidmat menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan doa yang di bawakan oleh M, Yusuf,demi kelancaran dan keberkahan seluruh rangkaian kegiatan.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penyampaian kata sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan yang disampaikan oleh Camat Tebing Tinggi Kota, Ibu Henci Br. Siregar, S.Pd., SE.
Dalam sambutannya, Ibu Camat menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah pelanggaran hak asasi manusia yang tidak boleh dibiarkan terjadi di lingkungan kita. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen bersama pemerintah kecamatan, kelurahan, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan wilayah Tebing Tinggi sebagai lingkungan yang aman, nyaman, dan melindungi sepenuhnya bagi setiap perempuan dan anak,” ujarnya.
Ibu Camat juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk mengikuti seluruh materi dengan sungguh-sungguh, serta turut menjadi agen perubahan yang menyebarkan pemahaman perlindungan di lingkungan masing-masing.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber, yaitu Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak DP3APM serta Kepala Bidang Perlindungan Anak dan Pemenuhan Hak Anak DP3APM Kota Tebing Tinggi.
Sebelumnya, dalam laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Febri Aldi Matondang, diuraikan sejumlah tujuan utama pelaksanaan bimtek ini, yaitu :
1. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia: Memberikan pelatihan teknis kepada Satgas Perlindungan, pekerja sosial, dan aparatur terkait agar mampu mendeteksi, merespons, serta menangani kasus kekerasan secara tepat, cepat, dan menyeluruh;
2. Penguatan Koordinasi Lintas Sektor: Membangun jejaring kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga layanan, dan masyarakat dalam upaya pencegahan hingga tahap pemulihan korban;
3. Perlindungan dan Pemenuhan Hak: Menjamin terpenuhinya hak-hak perempuan dan anak, serta melindungi kelompok rentan ini dari segala bentuk diskriminasi, penelantaran, dan kekerasan;
4. Pemberdayaan Korban: Memberikan edukasi, dukungan psikologis, serta pelatihan keterampilan ekonomi agar perempuan dan anak yang menjadi korban dapat pulih dari trauma dan mampu berdiri mandiri;
5. Optimalisasi Implementasi Kebijakan: Mendorong penerapan kebijakan kesetaraan gender serta peraturan perlindungan anak secara konsisten di lingkungan pemerintahan tingkat kelurahan hingga kecamatan.
Melalui bimtek ini, diharapkan kesadaran dan kemampuan masyarakat serta aparat dalam menangani isu kekerasan semakin meningkat, sehingga kasus-kasus serupa dapat dicegah sejak dini dan korban mendapatkan perlindungan yang layak.
( BINews )
Share Social Media