Tebingtinggi | bidikinfonews.xyz / — Suasana tenang di kawasan Taman Bunga, Jalan Sutoyo, Kelurahan Rambung, Kecamatan Tebing Tinggi Kota,kota tebingtinggi, Sumatera Utara, berubah menjadi mencekam pada Rabu malam, 5 Agustus 2026, sekitar pukul 22.52 WIB. Sekelompok pemuda yang diduga kuat merupakan anggota geng motor yang dikenal dengan sebutan Gemot, melancarkan serangan pengeroyokan membabi buta terhadap pengunjung taman yang sedang menikmati waktu malam.
Dua pasang muda-mudi yang sedang berada di area dalam taman tiba-tiba dikepung oleh sekitar 20 orang pria yang mengenakan pakaian serba hitam. Tanpa alasan yang jelas dan tanpa provokasi sebelumnya, kelompok tersebut langsung menghujani para korban dengan pukulan secara membabi buta. Akibat amukan brutal itu, salah satu dari empat korban menderita luka berupa lebam serta memar merah di area mata dan wajah.
Kronologi: Korban Berteriak Minta Tolong, Warga Langsung Bertindak
Aksi kejam tersebut terungkap ketika salah satu korban berhasil meloloskan diri dari kepungan pelaku. Dengan napas tersengal-sengal dan penuh rasa ketakutan, korban berlari menyeberang jalan keluar dari kawasan taman sambil berteriak histeris meminta pertolongan kepada warga yang ada di sekitar lokasi.
Beruntung, teriakan minta tolong tersebut didengar oleh warga yang sedang berkumpul di seberang jalan.
Di antara warga tersebut adalah M.Arifandi alias Tello, Ketua KPGMP-TT (Kelompok Pemuda Garuda Merah Putih Tebing Tinggi). Mendengar adanya pengunjung yang sedang dianiaya, Tello langsung melakukan tindakan heroik — ia segera menyeberang jalan dan bergerak cepat masuk ke dalam taman untuk menyelamatkan para korban.
Pelaku Kocar-Kacir Melompati Tembok Saat Dikepung Warga
Melihat kedatangan Tello serta warga lain yang berdatangan dan siap menyergap, nyali kawanan Gemot seketika ciut. Berdasarkan rekaman video amatir yang diambil saksi mata di lokasi, sekitar 20 pelaku tersebut langsung kocar-kacir membubarkan diri. Mereka melarikan diri secara mendadak dan dramatis dengan cara melompati tembok tinggi pembatas Taman Bunga. Sebagian besar pelaku diketahui mengenakan pakaian hitam dan memakai helm, serta menggunakan sepeda motor jenis matic.
Berdasarkan keterangan saksi mata, kelompok ini tampaknya telah merencanakan aksinya dengan matang. Mereka sengaja memarkirkan belasan unit sepeda motor di gang sebelah Musholla Taman Bunga, tepat di samping Rumah Makan Ranah Minang, sebelum menyelinap masuk dengan melompati tembok dan langsung melakukan penyerangan. Hingga saat ini, motif di balik serangan brutal tersebut masih belum diketahui secara pasti.
Ketua KPGMP-TT Desak Polresta Bertindak Tegas & Tangkap Pelaku
Pasca terjadinya peristiwa tersebut, Tello selaku Ketua KPGMP-TT mengutuk keras aksi premanisme yang semakin meresahkan masyarakat. Ia menegaskan komitmen organisasinya untuk terus bersinergi dengan Forkopimda Tebing Tinggi guna menjaga stabilitas, keamanan, serta suasana yang kondusif di kota tersebut.

Secara khusus, Tello juga melayangkan pesan tegas kepada pihak kepolisian :
“Kami meminta Polresta Tebing Tinggi untuk segera menindaklanjuti kasus ini. Tolong segera buru dan tangkap seluruh pelaku pengeroyokan tanpa pandang bulu. Identitas para pelaku Gemot dapat diidentifikasi melalui rekaman video pendek yang sempat saya ambil saat detik-detik kejadian. Saat melarikan diri, mereka sempat memaki dan memberikan ancaman serius kepada saya. Aksi brutal mereka sudah sangat membahayakan keselamatan masyarakat Kota Tebing Tinggi.” — tegas Tello dengan nada geram.
Saat ini, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah pada malam hari. Sementara itu, warga menanti langkah cepat dari pihak kepolisian untuk segera meringkus komplotan geng motor yang diduga masih berkeliaran bebas di wilayah Tebing Tinggi.
( BINews )
Share Social Media