Jakarta | bidikinfonews.xyz / – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa prajuritnya yang terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap seorang wartawati bernama Juwita di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, akan dihukum berat. Ia memastikan proses hukum berjalan transparan tanpa ada yang ditutup-tutupi.

“Proses hukum akan transparan, dan pelaku akan dijatuhi hukuman berat,” ujar Ali di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/3/2025).

Namun, Ali enggan berspekulasi mengenai hukuman yang akan dijatuhkan, karena hal itu merupakan wewenang pengadilan. “Nanti pengadilan yang akan menentukan,” tambahnya.

Jejak dan Motif Pelaku

Dugaan pembunuhan ini melibatkan seorang prajurit TNI AL berpangkat Kelasi Satu berinisial J. Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan, Mayor Laut PM Ronald Ganap, mengungkapkan bahwa J baru satu bulan bertugas di Lanal Balikpapan setelah sebelumnya berdinas di Lanal Banjarmasin.

“Oknum tersebut berinisial J, berpangkat Kelasi Satu, dan bertugas di Lanal Balikpapan baru sekitar satu bulan. Sebelumnya, ia berdinas di Lanal Banjarmasin,” kata Ronald di Balikpapan, Kalimantan Timur, dikutip dari  Antara,  Kamis (27/3/2025).

J diketahui berasal dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dan telah mengabdi sebagai prajurit TNI AL selama empat tahun. Menurut Ronald, antara pelaku dan korban ternyata memiliki hubungan asmara.

Pasca peristiwa tragis ini, Kelasi Satu J langsung diamankan oleh Polisi Militer Lanal Balikpapan. Ronald menegaskan bahwa sesuai dengan arahan pimpinan TNI AL, proses hukum akan disampaikan secara terbuka guna memastikan transparansi dalam pengungkapan kasus.

“Tidak ada yang ditutupi. Pelaku akan diberi sanksi dan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya,” ujarnya.

Desakan Evaluasi dari DPR

Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, menyoroti kasus ini dan meminta penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengungkap motif pembunuhan serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Saya meminta penyelidikan ini dilakukan secara intensif. Harus diungkap apa sebenarnya motif pembunuhan ini, apakah dilakukan sendiri atau ada pihak lain yang turut serta,” ujar Hasanuddin.

Ia juga meminta KSAL untuk memberi perhatian serius terhadap meningkatnya kasus pelanggaran berat yang melibatkan anggota TNI AL.

“Ini bukan kasus pertama. Dalam beberapa waktu terakhir, pelanggaran serius yang melibatkan oknum TNI AL semakin sering terjadi, termasuk kasus pembunuhan. Perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap pembinaan personel agar kasus serupa tidak terulang,” tegasnya.

Hasanuddin menekankan pentingnya memberikan hukuman maksimal kepada pelaku guna memberikan efek jera serta menjaga nama baik institusi TNI AL.

“Tidak boleh ada impunitas. Jika terbukti bersalah, pelaku harus dihukum seberat-beratnya,” pungkasnya.

( BINews )

Share Social Media
0Shares

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

error: Plagiat tidak di Izinkan sorry ya..!?