Mandailing Natal | BINews — Kabut asap yang menyelimuti wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mulai berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya para pengolah ikan kering. Minimnya paparan sinar matahari akibat kondisi langit yang tertutup asap membuat proses pengeringan ikan menjadi lebih lama dan dikhawatirkan menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha.

Salah seorang pengolah ikan kering di Kecamatan Batahan, Hotmanida Nasution, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut sangat mengganggu kegiatan usahanya. Ia mengatakan, ikan yang biasanya dikeringkan dengan bantuan panas matahari kini sulit mencapai tingkat kekeringan yang optimal.

“Selama asap atau kabut melanda daerah kami, khususnya di Batahan, ikan yang kami olah susah kering. Tidak ada pancaran panas matahari yang cukup karena asap yang tebal,” ungkap Hotmanida, Sabtu (17/10/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan Kameh Redi, S.E., warga Desa Kuala Batahan, Kecamatan Batahan. Menurutnya, kondisi kabut asap yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan proses pengeringan ikan mengalami kendala.

“Beberapa hari ini ikan kering kami susah kering. Ini murni akibat asap atau kabut yang melanda daerah kami,” ujarnya.

Bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan penghasilan dari pengolahan ikan kering, kondisi ini menjadi persoalan tersendiri. Proses pengeringan yang tidak maksimal berpotensi menurunkan kualitas produk, memperpanjang waktu produksi, serta meningkatkan risiko ikan mengalami kerusakan sehingga dapat memengaruhi nilai jualnya.

Para pengolah ikan berharap kondisi kabut asap segera ditangani agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Mereka juga berharap adanya perhatian dari pemerintah dan instansi terkait terhadap dampak yang dirasakan masyarakat pesisir, terutama para pelaku usaha kecil yang bergantung pada cuaca untuk menjalankan kegiatan produksinya.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi mengenai sumber asap yang menyelimuti wilayah Pantai Barat Mandailing Natal maupun langkah penanganan khusus terhadap dampaknya bagi usaha pengolahan ikan kering masyarakat.

( AR. Nst )

Share Social Media
0Shares

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

error: Plagiat tidak di Izinkan sorry ya..!?