Tebing Tinggi | bidikinfonews.xyz / Sumatera Utara — Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H, sebuah kegiatan sosial berupa khitanan massal digelar di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Murni Syech Baringin, Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi, pada Rabu (18/6/2025). Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara sejumlah organisasi media, lembaga sosial, dan komunitas masyarakat yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.
Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, secara resmi membuka kegiatan tersebut, menandai kehadiran aktif pemerintah kota dalam mendukung inisiatif sosial-keagamaan di tengah masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di Kota Tebing Tinggi ini merupakan tindak lanjut dari audiensi panitia pelaksana yang sebelumnya dilakukan di Balai Kota. Dalam kesempatan itu, panitia secara langsung mengundang Wali Kota untuk membuka acara sebagai simbol dukungan terhadap kegiatan yang sarat makna ini.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Wali Kota tiba di lokasi dan disambut hangat oleh pimpinan yayasan, pengurus pesantren, tokoh-tokoh masyarakat, serta Pembina Komunitas Sedekah Jumat (KSJ), dr. Irpan Dalimunthe. Suasana penuh kekeluargaan langsung terasa begitu acara dibuka dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan-sambutan yang menggugah semangat.
Ketua Panitia yang juga mewakili pihak pesantren, Erwan Mahruf dari Fahmi Advertising, yang juga selaku ketua DPC PENDAWA kota Tebingtinggi,dalam sambutannya menyampaikan penghargaan mendalam atas kesediaan Wali Kota hadir di tengah jadwal padatnya.

“Terima kasih tak terhingga kepada Bapak Wali Kota H. Iman Irdian Saragih yang sudah meluangkan waktunya. Kami paham, saat ini Bapak sedang sibuk dalam masa transisi dan pembenahan birokrasi. Namun kehadiran Bapak hari ini menjadi semangat baru bagi kami,” ungkap Erwan.
Ia juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kota Tebing Tinggi dapat memperhatikan infrastruktur jalan menuju pesantren yang saat ini mengalami banyak kerusakan. Selain itu, Erwan mengumumkan bahwa setiap peserta khitan yang mendaftar sebagai santri di Pesantren Syech Baringin akan dibebaskan dari biaya pendaftaran dan SPP selama tiga bulan—sebagai bentuk konkret dukungan pesantren terhadap pendidikan Islam berbasis masyarakat.
Dalam arahannya, Wali Kota Iman Irdian Saragih memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan semua pihak yang telah bergotong royong menyelenggarakan kegiatan ini.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya melestarikan nilai keagamaan, tetapi juga mempererat jalinan antara masyarakat, pesantren, dan pemerintah. Ini bentuk nyata sinergi kita dalam membangun Tebing Tinggi yang religius dan berdaya,” tuturnya.
Wali Kota juga mengapresiasi inisiatif pesantren yang membebaskan biaya pendidikan bagi peserta khitan, menyebutnya sebagai langkah mulia yang sangat membantu keluarga, khususnya dari kalangan kurang mampu.
“Saya sangat menghargai keputusan pesantren yang membebaskan biaya pendidikan untuk peserta khitan. Ini luar biasa, dan semoga menjadi ladang amal jariyah,” tambahnya.

Di hadapan para peserta yang sebagian besar masih anak-anak, Wali Kota memberikan semangat agar mereka tidak takut menjalani proses khitan. Bahkan, secara spontan, ia menjanjikan akan memberikan hadiah pribadi kepada anak-anak yang telah dikhitan.
“Saya akan berikan hadiah tambahan bagi anak-anak yang hari ini ikut khitanan. Ini dari saya pribadi, sebagai penyemangat agar mereka tetap berani dan ceria,” ucapnya disambut tepuk tangan para orang tua dan undangan yang hadir.
Kegiatan khitanan massal ini bukan hanya menjadi simbol perayaan Tahun Baru Islam, tetapi juga menggambarkan kekuatan kolaborasi lintas sektor. Panitia, pemerintah, pesantren, organisasi media, dan komunitas sosial bersatu dalam satu misi: menebar manfaat dan kasih sayang kepada masyarakat.
Dukungan langsung dari Wali Kota tidak hanya memperkuat legitimasi kegiatan ini, tetapi juga menjadi energi moral bagi para panitia dan penggerak sosial untuk terus melanjutkan tradisi mulia ini di masa mendatang.
Dengan penuh semangat, panitia berharap bahwa kegiatan khitanan massal ini bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar, lebih terorganisir, dan menjangkau lebih banyak anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kota Tebing Tinggi dan sekitarnya.
( BINews )
Share Social Media

