Batam | bidikinfonews.xyz/ — 22 Januari 2026 — Ratusan warga Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, menggelar aksi damai di Gedung DPRD Kota Batam dan Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Kamis (22/1). Aksi dilakukan sebagai bentuk protes atas krisis air bersih yang dinilai sudah berlangsung berbulan-bulan tanpa solusi menyeluruh.
Massa aksi berasal dari Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah. Mereka menilai kebutuhan dasar air bersih tidak terpenuhi, sementara keluhan warga belum mendapat tindak lanjut signifikan dari pemerintah daerah maupun pengelola air.
Keputusan aksi ditetapkan dalam rapat warga yang digelar pada Rabu malam (21/1) di Balai RW 03 Tanjung Sengkuang. Rapat tersebut dihadiri unsur RT/RW, tokoh masyarakat, serta LSM Transparansi Kebijakan Pemerintah (LSM-TKP). Rapat menetapkan Syamsuddin sebagai Koordinator Lapangan.
“Kami turun bukan untuk keributan, tetapi menuntut hak dasar kami sebagai warga, yang selama ini diabaikan,” ujar Syamsuddin kepada wartawan.
Ia menegaskan aksi berlangsung damai, tertib, dan bermartabat.
“Jika daerah tidak mampu menyelesaikan, maka aspirasi akan kami sampaikan ke pusat,” tambahnya.
Perwakilan LSM-TKP sekaligus Koordinator Aksi, Haris, menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya telah dipanggil Polresta Barelang untuk audiensi. Namun keputusan warga tetap menggelar aksi.
Menurut Haris, LSM-TKP juga telah menyampaikan laporan terkait krisis air ke DPRD Batam, BP Batam, hingga DPD RI. Namun respons yang diterima dinilai belum memberikan kepastian solusi permanen.
Haris menyebut bahwa kunjungan BP Batam dan pihak pengelola air ABH ke lapangan selama ini hanya menghasilkan suplai air tangki sementara.
“Suplai tangki tidak menyelesaikan masalah. Warga butuh aliran air normal, bukan bantuan sementara,” ujarnya.
Situasi krisis air sempat memicu ketegangan di sejumlah titik akibat warga berebut air, sebuah ironi di tengah status Batam sebagai kawasan industri strategis.
Haris juga mempertanyakan efektivitas retribusi dan pembayaran air yang rutin dilakukan warga.
“Kami ingin kejelasan. Warga membayar, tetapi layanan air tidak sesuai,” tuturnya.
Ia menilai alasan teknis seperti perbaikan jaringan dan keterbatasan anggaran perlu diungkap secara transparan kepada publik.
Dalam aksinya, warga Batu Ampar meminta pemerintah daerah serta pengelola air untuk memberikan solusi permanen dan menjamin hak dasar atas air bersih sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Pemko Batam dan DPRD Kota Batam belum memberikan keterangan resmi terkait aksi maupun tuntutan warga.
( Binews / D2K )
Share Social Media