
SIAK,Sri Indrapura, Riau | bidikinfonews.xyz / 4 Agustus 2026 — Perkumpulan Elang berkolaborasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau untuk mempercepat pelaksanaan program Perhutanan Sosial Kemitraan di Kampung Dosan, Kabupaten Siak.
Kerja sama ini dibangun melalui diskusi strategis yang digelar di Kantor Bappeda Riau pada Jumat, 31 Juli 2026, guna membahas rencana usaha dan tata kelola program yang sebelumnya sempat tertunda akibat dinamika di lapangan.
Direktur Perkumpulan Elang, Besta Junandi, menyatakan lembaganya berperan sebagai pendamping masyarakat untuk menjembatani komunikasi dan membangun kembali kolaborasi dengan pihak swasta. Rancangan kegiatan seperti peternakan sapi, agroforestry, dan hortikultura sudah disepakati, dan kini membutuhkan pendampingan konsisten agar dapat diimplementasikan.
Sinergi dengan Bappeda diharapkan menjadikan program berjalan efektif, inklusif, dan berkelanjutan. Pihaknya juga telah melakukan pemetaan ulang serta konsolidasi bersama kelompok masyarakat, dan saat ini sedang menyusun Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS) yang komprehensif dengan melibatkan kajian akademis.
Kepala Bappeda Riau, Purnama Irawansyah, menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan kesiapan berkolaborasi. Bappeda juga sedang mengembangkan model integrasi peternakan sapi dan tanaman akasia bekerja sama dengan IPB — yang rencananya akan diterapkan di kawasan Doral, Kampung Dosan. Jika berhasil, kawasan ini dapat menjadi model percontohan pengelolaan Perhutanan Sosial di Riau, mengubah pola yang tadinya bermasalah menjadi saling menguntungkan (positive sum game).
Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak akan memperkuat konsolidasi dengan masyarakat dan mitra perusahaan, serta menggelar diskusi kelompok terpumpun (FGD) bersama pakar dari IPB guna menyempurnakan perencanaan yang presisi dan berkeadilan.
Garis Besar Berita:
1. Aksi utama: Perkumpulan Elang + Bappeda Riau percepat Perhutanan Sosial di Kampung Dosan, Siak.
2. Latar belakang: Program sempat tertunda, kini dihidupkan kembali lewat pendampingan & tata kelola kemitraan.
3. Rencana kegiatan: Peternakan sapi, agroforestry, hortikultura; penyusunan RKPS; model integrasi sapi–akasia bersama IPB.
4. Tujuan: Efektif, berkelanjutan, menjadi model percontohan di Riau, mewujudkan keuntungan bersama.
5. Tindak lanjut: Konsolidasi masyarakat + FGD bersama pakar IPB.
( BINews / RZL )
Share Social Media
