Jakarta| bidikinfonews.xyz / Banjarmasin– Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menginstruksikan Kalimantan Selatan untuk segera merealisasikan program Cetak Sawah dan Optimasi Lahan (Oplah) guna mempercepat swasembada pangan nasional. Dengan target ambisius seluas 30.000 hektare cetak sawah dan 24.000 hektare Oplah, Kalsel diharapkan mampu menjadi salah satu lumbung pangan utama Indonesia.
“Kalau bisa tanam tiga kali setahun, produksi padi bisa melonjak hingga 5 juta ton! Kita tidak bisa setengah-setengah, semua harus bergerak cepat!” tegas Mentan Amran dalam arahannya.
Pemerintah pusat berkomitmen mendukung penuh upaya ini dengan penyediaan infrastruktur pertanian, mulai dari sistem irigasi yang lebih baik, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga jaminan harga gabah bagi petani. Mentan menekankan bahwa percepatan program ini bukan sekadar target administratif, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memastikan ketahanan pangan nasional.
Dengan optimalisasi lahan dan penerapan teknologi pertanian modern, diharapkan produktivitas pertanian di Kalimantan Selatan dapat meningkat signifikan. Pemerintah juga akan menggandeng berbagai pihak, termasuk kelompok tani, akademisi, serta pemerintah daerah, untuk memastikan keberhasilan program ini.
“Kita tidak boleh menunda lagi. Semua pihak harus bergerak bersama, bekerja keras, dan memastikan produksi pangan kita terus meningkat,” tambah Amran.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi beras dalam negeri, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada impor, sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.
( BINews )
Share Social Media