Tebingtinggi | BINews – Berangkat dari keprihatinan terhadap proses penanganan sampah yang kerap terkendala akibat kerusakan kendaraan operasional, Kepala Bidang (Kabid) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tebing Tinggi, Syahputra, S.T., berinovasi merancang sebuah alat yang diberi nama Unit Transfortir Sampah (UTS). Inovasi ini diharapkan dapat membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi penanganan sampah di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara.

Inovasi tersebut bermula dari kondisi di lapangan ketika kendaraan operasional mengalami kerusakan sehingga sampah tidak dapat diangkut selama berhari-hari.

Situasi ini mengharuskan pegawai kantor bersama petugas lapangan turun langsung melakukan gotong royong untuk mengatasi penumpukan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Melihat kondisi tersebut, Syahputra menilai diperlukan langkah pembaruan dalam proses penanganan sampah, khususnya dengan memanfaatkan teknologi dan peralatan yang dapat membantu mempercepat pekerjaan petugas di lapangan.

Menurutnya, volume sampah yang terus menumpuk di sejumlah TPS membutuhkan metode penanganan yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Selain mempercepat proses pemindahan sampah, penggunaan alat yang tepat juga diharapkan mampu menghemat tenaga, waktu, serta biaya operasional.

Selama ini, proses pemindahan sampah dari TPS ke truk pengangkut masih banyak mengandalkan peralatan konvensional dan tenaga manusia.

Petugas menggunakan alat berupa cakar untuk mengerok atau menarik sampah, kemudian memasukkannya ke dalam keranjang bambu sebelum diangkat ke bak truk sampah.

Proses tersebut dilakukan berulang kali hingga seluruh sampah di TPS selesai dipindahkan.

Selain membutuhkan tenaga yang cukup besar, metode ini juga memerlukan waktu yang relatif lama, terutama ketika volume sampah yang harus ditangani cukup banyak.

Dengan hadirnya Unit Transfortir Sampah, proses pemindahan sampah diharapkan dapat berlangsung lebih praktis.

Sampah dari TPS diarahkan dan dipindahkan menuju truk pengangkut melalui unit tersebut sehingga sejumlah tahapan pekerjaan manual dapat dikurangi.

Penggunaan alat ini diharapkan dapat membantu petugas menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, terutama saat kegiatan gotong royong maupun pelaksanaan penanganan sampah secara rutin.

Meski demikian, efektivitas penggunaannya tentu perlu terus dievaluasi berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Dari hasil pemantauan awak Media Bidik Info News, inovasi yang digagas Syahputra tersebut merupakan salah satu upaya yang patut mendapat perhatian dalam mencari solusi terhadap persoalan persampahan di Kota Tebing Tinggi.

Terlebih, penanganan sampah membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, petugas kebersihan, hingga partisipasi masyarakat.

Saat diwawancarai Media Bidik Info News, Syahputra menjelaskan bahwa rancangan Unit Transfortir Sampah tersebut dibuat dengan menggunakan dana swadaya.

Hal ini menunjukkan adanya inisiatif untuk mencari alternatif solusi dalam mendukung pekerjaan petugas kebersihan di tengah berbagai keterbatasan operasional.

Ia berharap alat tersebut dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan gotong royong maupun kegiatan rutin penanganan sampah yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Tebing Tinggi.

Awak Media berharap inovasi ini tidak berhenti pada tahap perancangan dan penggunaan awal saja.

Diperlukan pengembangan lebih lanjut agar Unit Transfortir Sampah dapat disempurnakan sesuai kebutuhan, baik dari segi desain, kapasitas kerja, keamanan penggunaan, maupun kemudahan perawatan.

Selain itu, evaluasi secara berkala juga penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana alat tersebut mampu mempercepat pekerjaan, mengurangi kebutuhan tenaga manual, serta mendukung efisiensi biaya operasional.

Ke depan, inovasi sederhana yang lahir dari persoalan nyata di lapangan diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan terarah.

Dengan dukungan kebijakan, sarana yang memadai, serta pengembangan teknologi yang berkelanjutan, penanganan sampah di Kota Tebing Tinggi diharapkan semakin optimal.

Inovasi Unit Transfortir Sampah ini menjadi pengingat bahwa upaya memperbaiki pelayanan publik dapat dimulai dari kepekaan melihat persoalan sehari-hari dan keberanian mencari solusi.

Harapannya, langkah yang dirintis Syahputra dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi petugas kebersihan, pemerintah daerah, dan masyarakat Kota Tebing Tinggi.

( Red / Binews )

 

Share Social Media
0Shares

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

error: Plagiat tidak di Izinkan sorry ya..!?