Tebing Tinggi | bidikinfonews.xyz / Sumatera Utara, 12 Juli 2025.
👆👆▶️ Klik AudioÂ
Ada peribahasa lama yang sering kita dengar, namun kerap kita abaikan: “Kuman di seberang lautan tampak, tetapi gajah di pelupuk mata tak tampak.”
Peribahasa ini tepat menggambarkan kebiasaan sebagian dari kita — wartawan, birokrat, bahkan rakyat biasa — yang pandai menunjuk kesalahan orang lain, tapi enggan melihat kekeliruan sendiri. Kita lebih suka menjadi hakim bagi orang lain daripada bercermin.
Wartawan: Cermin yang Kusam
Pers adalah pilar demokrasi, tetapi sering mata wartawan kabur, telinganya tuli. Tajam mengkritik pejabat, tetapi lupa bertanya pada diri: sudahkah jujur? sudahkah menolak suap? Berita sering jadi pesanan atau corong propaganda. Kuman di pihak lain diperbesar, gajah di redaksi sendiri dibiarkan.
Pemerintah: Cermin yang Retak
Pejabat rajin berpidato soal pelayanan cepat, bersih, dan transparan. Tapi coba tanya rakyat di loket-loket: apakah sudah bebas pungli? Apakah sudah dilayani dengan hormat? Di forum nasional, program dipamerkan, tetapi di lorong-lorong rakyat mengeluh soal lampu jalan, sampah, bantuan sosial. Rakyat tidak buta — hanya terlalu sabar.
Mengapa Tak Suka Bercermin?
Karena bercermin itu menyakitkan. Lebih mudah menunjuk orang lain daripada memperbaiki diri. Lebih mudah mencari kambing hitam daripada memikul tanggung jawab.
Seruan untuk Kita Semua
Wartawan, mari tegakkan integritas, tulis yang benar walau pahit, tolak amplop yang mencemari berita.
Pemerintah, dengarkan rakyat tanpa basa-basi, jangan hanya mempercantik laporan. Jabatan itu amanah, bukan panggung pamer.
Pada akhirnya, rakyat butuh bukti, bukan janji. Rakyat tahu siapa yang sibuk mencari kuman di seberang, dan siapa yang berani melihat gajah di pelupuk.
Mari belajar bercermin, jujur pada diri sendiri. Negeri ini tak akan berubah hanya dengan mencaci orang lain, tetapi dengan memperbaiki diri sendiri.
Penulis: Syahrial Efendi Nasution,Pimpinan Umum Bidik Info News.
Share Social Media
