Tiang Listrik PLN tersebut untuk kepentingan kantor, Mess , pembibitan dan gudang PT.Arara Abadi.
Siak,Sri Indrapura,Riau | bidikinfonews. xuz / 18 April 2026 – Ketegangan antara masyarakat petani dengan pihak Pemerintah Kecamatan Pusako kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, sorotan tertuju pada Kasie Pemerintahan Kecamatan Pusako, M. Nizamdin, S.Sos., M.Si., yang diduga mengeluarkan ucapan bernada kasar melalui pesan WhatsApp kepada Johan Supriadi, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Dobetame.
Peristiwa ini bermula dari tuntutan masyarakat petani di wilayah Doral yang meminta kejelasan atas jaminan pihak Kecamatan Pusako terhadap komitmen perusahaan PT Arara Abadi. Perusahaan tersebut sebelumnya disebut telah berjanji memberikan kompensasi berupa pemasangan aliran listrik dari PT PLN (Persero) untuk tiga unit rumah warga.
Kompensasi itu berkaitan dengan penggunaan lahan milik petani yang telah didirikan tiang jaringan listrik. Namun hingga kini, realisasi janji tersebut dinilai belum jelas, sehingga memicu kekecewaan di kalangan masyarakat.
Warga menilai sikap Pemerintah Kecamatan Pusako belum menunjukkan empati terhadap persoalan yang mereka hadapi. Padahal, dalam proses sebelumnya, pihak kecamatan—melalui Kasie Pemerintahan—diketahui turut hadir, menyaksikan, bahkan membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk jaminan bahwa perusahaan tidak akan kembali ingkar janji, sebagaimana yang selama ini dituding kerap terjadi oleh perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berafiliasi dengan kelompok usaha besar tersebut.
Ketua Poktan Dobetame, Johan Supriadi, mengungkapkan bahwa pada awalnya pihaknya enggan memberikan persetujuan tanpa adanya jaminan yang jelas dari pemerintah daerah. Namun, menurutnya, Kasie Pemerintahan saat itu menyampaikan bahwa pembangunan jaringan listrik tidak hanya untuk kepentingan perusahaan, melainkan juga bagian dari upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Siak.
Situasi semakin memanas setelah kritik dan kekecewaan petani Doral beredar di media sosial. M. Nizamdin disebut merespons dengan nada tinggi melalui pesan WhatsApp, dengan menegaskan bahwa dirinya hanya berperan sebagai fasilitator yang mewakili Pemerintah Kecamatan Pusako, bukan pihak yang bertanggung jawab atas realisasi janji perusahaan.
Respons tersebut justru memperkeruh suasana dan memicu kekecewaan lebih lanjut di kalangan masyarakat. Para petani berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kecamatan Pusako serta kejelasan sikap terhadap dugaan ingkar janji perusahaan.
Lebih jauh, masyarakat juga meminta Bupati Siak, Afni Z, untuk turun tangan menyikapi persoalan ini. Mereka mendesak adanya evaluasi terhadap jajaran pemerintah kecamatan yang dinilai tidak menunjukkan kepekaan sosial, bahkan terkesan lebih berpihak pada kepentingan perusahaan dibandingkan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Pusako maupun pihak perusahaan terkait belum memberikan keterangan resmi lanjutan atas polemik yang berkembang.
( BINews / RZL )
Share Social Media
