Diketahui, almarhum Muhd. Ridwan lahir di Bandar Khalifah pada 1 Maret 1958, beragama Islam, berstatus cerai mati, dan sehari-hari menggantungkan hidup sebagai nelayan tradisional. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta masyarakat setempat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi para nelayan, khususnya di tengah kondisi cuaca laut yang kerap berubah dan sulit diprediksi. Warga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dan instansi terkait, baik melalui penyampaian informasi cuaca yang akurat maupun peningkatan fasilitas dan edukasi keselamatan bagi nelayan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
( Binews / FZ )
Share Social Media