Medan | bidikinfonews.xyz / Sumatera Utara – Rabu, 3 Desember 2024. Di tengah hiruk-pikuk Kota Medan, seorang wanita bernama Suriani (57) tahun, hidup sebatang kara di Kelurahan Sudirejo ll Kecamatan Medan Kota Tanpa tempat. tinggal yang layak, Suriani mengandalkan pekerjaan sebagai pemungut sampah untuk bertahan hidup. Ia memiliki seorang anak perempuan yang sudah berumah tangga, namun hidup dalam serba kekurangan dan jauh darinya. Dalam wawancara dengan awak media Bidikinfonews, Suriani mengungkapkan betapa sulitnya kehidupannya. “Saya tidak memiliki saudara atau keluarga di Medan. Saya tidur di emperan, berpindah-pindah tempat, dan kadang menumpang di rumah orang lain. Kehidupan ini sudah saya jalani cukup lama,” ujarnya dengan nada penuh harap. Baca Juga : Keluarga Besar DPC PENDAWA Kota Tebingtinggi Gelar Acara Punggahan dan Santunan Anak YatimPowered by Inline Related PostsKiri: KaBiro Bidik Info News, Bakhrizal Piliang,Tengah, Suriani dan warga Suriani menunjukkan identitasnya, termasuk Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang terdaftar di Sudirejo ll, Medan Kota. Namun, ia mengaku belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah. “Saya berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah, seperti beras, tempat tinggal, dan BPJS Kesehatan. Semoga Bapak Walikota, Camat, dan Lurah mendengarkan keluhan saya. Tolong saya, Pak,” pinta Suriani dengan penuh harapan. Selama setahun terakhir, Suriani bekerja sebagai pemungut sampah dengan penghasilan yang sangat minim, berkisar antara 10 ribu hingga 15 ribu rupiah per becak sampah. Ia melakukan pekerjaannya di tempat pembuangan sampah di Jalan Seksama, Kelurahan Medan Tenggara dan seringkali menumpang tidur di warung yang tidak jauh dari lokasi tersebut. “Anak saya perempuan, dan kehidupannya pun sangat sulit. Kami hidup dalam serba kekurangan,” tambahnya. Baca Juga : "Penyaluran BLT-DD Lancar, Lansia di Banjar Aur Utara LegaPowered by Inline Related PostsTim awak media Bidikinfonews berkomitmen untuk menyampaikan keluhan Suriani kepada pihak berwenang. “Ibu Suriani layak mendapatkan bantuan dan harus menjadi prioritas perhatian dari pemerintah,” ungkap B. Piliang, salah satu anggota tim. Kisah Ibu Suriani adalah pengingat akan pentingnya perhatian dan bantuan bagi mereka yang hidup dalam kesulitan. Semoga suara dan harapannya didengar, dan langkah nyata dapat diambil untuk meringankan beban hidupnya. Share Social Media WhatsApp0 Facebook 0 Twitter/X 0 Messenger0 Email0 Pinterest0 LinkedIn0 Print0 Telegram 0 0Shares Navigasi pos Wartawan Muda Agung Suprayogi Diduga Salah Tangkap dan Dianiaya oleh Oknum Polisi di Medan Pasca Pilkada, Kepala Lingkungan IX Pulo Brayan Gelar Turnamen Dam Batu