BANTEN | bidikinfonews. xyz – Bambang Soesatyo atau yang akrab disapa Bamsoet, turun langsung mengikuti kegiatan berburu babi hutan di wilayah Malimping, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat malam (22/5/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menekan populasi babi hutan yang selama ini meresahkan masyarakat dan menyebabkan kerusakan lahan pertanian hingga gagal panen.
Dalam kegiatan tersebut, Bamsoet hadir bersama komunitas Jalu Hunter Club dan Nunung Syaifuddin selaku Ketua Umum Pengurus Persatuan Menembak Indonesia Banten.
Bamsoet menegaskan, kegiatan berburu babi hutan bukan sekadar hobi, melainkan bagian dari langkah nyata membantu masyarakat petani yang selama ini mengalami kerugian akibat meningkatnya populasi satwa liar tersebut.
“Kegiatan berburu babi hutan merupakan respons nyata terhadap keresahan petani yang selama ini menghadapi ancaman nyata dari meningkatnya populasi babi hutan. Ketika lahan pertanian rusak dan hasil panen menurun, yang terdampak bukan hanya pendapatan petani, tetapi juga rantai pasok pangan masyarakat secara keseluruhan,” ujar Bamsoet usai kegiatan berburu.

Menurut Ketua DPR RI ke-20 tersebut, konflik antara manusia dan satwa liar kini semakin sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Penyebabnya antara lain perubahan penggunaan lahan, menyempitnya habitat alami, serta meningkatnya sumber makanan di sekitar kawasan pertanian.
Babi hutan sendiri dikenal memiliki kemampuan reproduksi tinggi dan daya adaptasi yang kuat terhadap perubahan lingkungan. Dalam waktu singkat, populasi satwa ini dapat berkembang pesat dan merusak berbagai tanaman pangan seperti padi, jagung, singkong hingga tanaman hortikultura milik warga.
“Ketika petani sudah mengeluarkan biaya untuk bibit, pupuk, tenaga kerja, dan menunggu masa panen berbulan-bulan, lalu hasilnya rusak hanya dalam beberapa malam akibat serangan babi hutan, tentu kita tidak bisa tinggal diam,” tegas Bamsoet.
Ia menambahkan, kegiatan pengendalian populasi babi hutan harus dilakukan secara berkala, profesional, serta tetap memperhatikan aturan konservasi dan aspek keamanan masyarakat.
Selain berburu, Bamsoet juga mendorong adanya langkah jangka panjang dalam penanganan konflik satwa liar dan manusia. Di antaranya melalui pemetaan wilayah rawan gangguan babi hutan, penguatan sistem pelaporan masyarakat, pemanfaatan teknologi pemantauan kawasan pertanian, hingga edukasi pengelolaan habitat kepada warga.
“Tujuan akhirnya adalah mengurangi keresahan masyarakat, menjaga hasil panen tetap aman, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memastikan petani dapat menikmati hasil kerja mereka secara optimal. Ketika panen terjaga, kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan daerah juga semakin kuat,” pungkas Bamsoet.
sumber berita : Bamsoet.
( BINews )
Share Social Media
